Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Baksos Ramadhan — Ketika Persahabatan Tidak Hanya Tentang Gunung (2008) - Ai

 

Baksos Ramadhan — Ketika Persahabatan Tidak Hanya Tentang Gunung

(Agustus – September 2008)

 


 

Bismillah.

Agustus 2008.

“Ding!”

Suara kecil dari komputer tua di pojok kamar langsung bikin refleks menoleh.
Bagi pengguna setia Yahoo! Messenger, bunyi itu punya arti penting:

Ada pesan masuk.

Dan kalau tidak segera dibaca… biasanya akan terjadi sesuatu yang katanya tidak diinginkan. Entah apa itu. Mungkin cuma perasaan bersalah saja.

Kubuka layar.

“Oh… undangan conference anak-anak Gappala.”

Tanpa banyak basa-basi, langsung join.

Nama-nama mulai muncul satu per satu. Wajah lama. ID lama. Nickname yang lebih terkenal daripada nama asli pemiliknya.

Ah… tidak usah disebutkan satu-satu.
Nanti pada ge-er lagi kalau tahu namanya masuk catatan perjalanan ini.

Conference pun berjalan seperti biasa:

“bak buk plentang plentong…”

Entah bahasa apa yang dipakai saat itu.
Campur aduk antara serius, bercanda, OOT, dan ketawa tanpa sebab.

Singkat cerita…

Biasanya obrolan Gappala itu isinya:

👉 Kopdar
👉 Naik gunung
👉 Jalan-jalan

Semua sudah biasa.

Tapi kali ini…

Ada yang berbeda.

Gappala.or.id mau mengadakan Baksos di bulan Ramadhan.

Nah ini baru luar biasa.


🌙 Ide yang Berubah Menjadi Gerakan

Awalnya cuma obrolan conference.
Tapi seperti biasa, komunitas ini punya satu kebiasaan:

Kalau sudah niat baik… langsung jalan.

Pengumuman dipasang di forum.

Kegiatan Bakti Sosial Gappala.or.id — Ramadhan 2008

Karena lokasinya di Jakarta, otomatis panitia kecil diisi teman-teman Gappala Jakarta. Tapi dukungan datang dari mana-mana — Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan, Sulawesi.

Semua ikut bergerak.

Tim survey mulai keliling mencari panti asuhan.

Laporan berdatangan:
ada yang survei sini, ada yang survei sana, ada yang rekomendasi ini, ada yang usul itu.

Akhirnya, setelah diskusi panjang — bukan undian arisan tentunya — dipilihlah:

Panti Asuhan Alfiani
Jl. Pepaya III No.1
Cengkareng — Jakarta Barat.

Dari situlah semuanya benar-benar dimulai.


🤝 Saweran Persahabatan

Informasi disebar ke seluruh member.

Tidak ada paksaan.
Tidak ada target nominal.

Seribu rupiah. Dua ribu rupiah.
Yang penting ikhlas.

Dan perlahan…

Transfer pertama masuk.

Rasanya luar biasa.

Bukan karena jumlahnya.
Tapi karena ada orang-orang yang peduli.

Donasi terus berdatangan:
uang, kue, majalah, alat tulis, tempat pensil.

Satu demi satu bukti bahwa komunitas ini bukan cuma soal petualangan… tapi juga soal hati.


🏠 Malam Persiapan

Sabtu malam, 13 September 2008.

Buka puasa bersama di kantin belakang Pasfes — markas tidak resmi anak-anak Gappala Jakarta.

Teman-teman dari Bandung datang.
Koordinasi final dilakukan.

Sekitar pukul delapan malam, rombongan bergerak menuju rumahku. Tempat sederhana di ujung Jakarta yang rasanya bahkan tidak tercantum di peta.

Malam itu penuh aktivitas:

Ada yang melipat kardus.
Ada yang membungkus hadiah.
Ada yang bakar otak-otak.
Ada yang tidur.
Ada yang tidak bisa tidur.

Tidak ada panitia profesional.

Yang ada cuma teman-teman yang ingin berbagi.


🌙 Hari Berbagi

14 September 2008.

Semua persiapan selesai.

Makanan, minuman, buah, majalah, alat tulis — semuanya siap.

Sore hari kami berkumpul lagi di Pasfes sebelum berangkat menuju panti menggunakan mobil dan beberapa motor pengiring.

Maghrib tiba tepat saat kami sampai.

Langsung buka puasa bersama.

Menu sederhana:
bolu, risoles, pisang, dan air mineral.

Tapi suasananya hangat.

Anak-anak panti duduk rapi.
Pak Kosim sebagai pengurus menyambut dengan senyum.

Kami berbincang, memperkenalkan Gappala, bercerita tentang kegiatan komunitas, tentang persahabatan, tentang mimpi.

Sebagian anak-anak belum mengenal dunia petualangan.
Usia mereka masih SD dan SMP.

Namun malam itu bukan soal gunung.

Bukan soal perjalanan.

Melainkan tentang berbagi kebahagiaan.

Sekitar pukul 19.30 acara selesai.

Kami pulang dengan hati penuh.


☕ Malam Penutup

Di Pasfes, diskusi panjang kembali terjadi.

Tentang komunitas.
Tentang masa depan.
Tentang kebersamaan.

Kesimpulannya sederhana:

Gappala.or.id bukan sekadar website.
Ia adalah rumah online bagi banyak persahabatan.


🙏 Terima Kasih

Terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberi kesempatan untuk berbagi.

Untuk semua panitia, relawan, donatur, dan teman-teman Gappala di seluruh Indonesia yang mendukung lewat tenaga, materi, doa, dan semangat.

Untuk teman-teman di Panti Asuhan Alfiani yang telah memberi kami kesempatan belajar arti berbagi.

Dan maaf jika ada nama yang terlewat…

bukan lupa sengaja,
hanya hati ini terlalu penuh oleh kenangan.


Karena pada akhirnya kami sadar:

Petualang sejati bukan hanya mereka yang menaklukkan gunung…

tetapi mereka yang masih punya hati untuk berbagi.

Menyapa Kabut Lawu — Januari 2009 - Ai

 


Tahun 2008 berlalu dengan rasa syukur yang sulit dijelaskan.

Ada banyak perjalanan. Banyak tawa. Banyak langkah kaki yang menemukan kebahagiaannya sendiri di alam bebas. Gunung, jalur setapak, dan dingin malam perlahan berubah menjadi candu.

Memasuki 2009, satu keinginan terus terbayang di kepala:
melanjutkan perjalanan.

Walau pekerjaan, kesibukan, dan berbagai halangan mulai berdatangan, rasa rindu pada gunung tetap lebih kuat.

Kebetulan awal tahun itu bertepatan dengan bulan Suro dalam kalender Jawa. Sebuah waktu yang terasa sakral. Pikiran langsung melayang ke satu nama:

Gunung Lawu.

Gunung di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu seolah memanggil.

Alasannya sederhana.
Saat bulan Suro, Lawu ramai oleh peziarah dan pedagang yang membuka warung hingga ketinggian. Artinya satu hal penting bagi pendaki: beban carrier bisa lebih ringan.

Rencana pun dimulai.


Awalnya ingin perjalanan kecil.
Silent trip.
Sedikit orang. Mudah koordinasi.

“Siapa ya yang diajak…?”

Obrolan sana-sini dimulai. Ada teman dari Jakarta yang hampir ikut… hampir. Tapi akhirnya batal. Jadwal dipatok minggu kedua Januari. Empat orang rasanya cukup.

Namun seperti biasa… rencana pendaki jarang berjalan sederhana.

Iseng membuka thread di forum komunitas.

Niatnya hanya menambah dua orang.

Yang terjadi justru sebaliknya.

Peserta bermunculan.

“Lha kok malah jadi rame begini…” gumamku sambil tertawa kecil.

Perjalanan yang tadinya sunyi berubah menjadi ekspedisi setengah resmi.

Masalah baru muncul: peralatan.

Carrier ada. Niat ada.
Tapi kompor? Tenda? Perlengkapan lain?

Untungnya selalu ada kawan baik.
Mas Dziel, Mas Krupuk, Mbak Ranting, dan Mas Candra meminjamkan perlengkapan mereka. Bahkan kompor gas Mbak Ranting terlihat terlalu baru untuk dipakai perjalanan basah seperti ini.

Dalam hati cuma bisa berdoa:
Semoga pulangnya masih utuh…


Peserta dari Jawa Timur awalnya hampir sepuluh orang. Rencana dibuat: berkumpul di Trenggalek lalu berangkat bersama ke Tawangmangu.

Karena ada beberapa peserta perempuan, aku mengajak teman rumah sebagai tim bantuan — semi porter, istilah kasarnya.

Mobil kapasitas lima belas orang pun disewa.

Tapi semakin hari mendekati keberangkatan… satu per satu peserta mundur.

Alasan klasik: pekerjaan.

Akhirnya mobil dibatalkan. Tim dirampingkan.

Setelah dua kali conference yang setengah hadir setengah hilang, terbentuklah tim inti:

Tarzan.
Pute.
Aal.
Ivan.
Liar.
Arif.
Pak Dadi.
Erwin.

Disusul dua nama tambahan: Dwee dan Tyas.

Kami datang dari kota masing-masing, bertemu di Tawangmangu, seperti potongan cerita yang akhirnya menyatu.


Hari Pertama — Lawu Menyambut

Sabtu pagi, 10 Januari 2009.

Udara dingin menyelimuti basecamp. Tim Jawa Timur masih terlelap ketika pemilik rumah hampir saja membuat jantung copot.

“Gunung Lawu meletus! Lari!”

Tentu saja itu cuma bercanda.

Ternyata teman-teman sudah menunggu di depan GOR. Satu per satu wajah lama muncul. Tawa langsung pecah. Tidak ada canggung. Seolah kami baru kemarin bertemu.

Hujan turun sejak siang.

Tepat pukul 15.00, dari Pos Cemorosewu, perjalanan dimulai.

Langkah pertama selalu terasa ringan. Candaan bersahutan. Lagu dinyanyikan. Nafas belum terasa berat.

Namun Lawu punya cara sendiri menyambut tamunya.

Gerimis berubah hujan.
Kabut turun perlahan.
Jalur batu mulai terasa panjang.

Pos demi pos dilewati.

Teh panas di Pos 1 terasa seperti hadiah dari langit.
Perjalanan menuju Pos 2 menjadi ujian sebenarnya. Jalur panjang, batu tanpa akhir, dan dingin yang menusuk.

Di tengah perjalanan, dua sosok muncul dari balik kabut.

Dwee… lalu Tyas.

Tambahan energi baru bagi tim.

Malam turun cepat. Aku berjalan lebih dulu membawa HT, mencoba memastikan tim tetap terhubung. Saat radio dinyalakan, frekuensi yang tertangkap justru orang curhat minta cerai.

Lawu memang selalu punya kejutan.

Pukul 20.50 akhirnya kami tiba di Pos 3.
Tenda sudah berdiri.
Mie panas mengepul.
Dan anehnya… setiap kami tiba di pos, hujan deras baru turun setelahnya.

Seolah gunung memberi toleransi kecil.

Malam itu kami tidur ditemani dingin dan rasa syukur.


Hari Kedua — Kabut dan Harapan

Pagi datang tanpa matahari.

Kabut.

Lagi.

“Ini bukan menyapa kabut… ini ketemu kabut tiap lima menit,” keluh Dwee sambil tertawa.

Perjalanan dilanjutkan menuju Sumur Jolotundo. Dan akhirnya… harapan muncul.

Matahari.

Cahaya hangat menerobos awan.

Semua berhenti berjalan. Bukan karena lelah, tapi karena terlalu lama menikmati pemandangan.

Di Hargo Dalem, warung legendaris Mbok Yem menyambut kami. Soto ayam panas di ketinggian tiga ribu meter terasa seperti makanan terbaik di dunia.

Sebagian tim menuju puncak.

Sebagian menunggu.

Gunung Lawu tak hanya menawarkan pemandangan, tapi juga aura mistis yang sulit dijelaskan. Malam itu kami bermalam di pendopo kasunanan. Angin meraung. Dingin menusuk tulang.

Dan di tengah malam… aku sempat merasa jumlah orang di ruangan berubah.

Entah ilusi.
Entah Lawu sedang bercanda.

Aku memilih kembali masuk sleeping bag.

Lebih aman begitu.


Hari Ketiga — Pulang

Senin pagi cerah.

Beberapa teman melakukan summit attack ulang. Yang lain memilih menikmati tidur terakhir di ketinggian.

Pukul 08.30 kami mulai turun.

Langkah terasa ringan. Gunung selalu membuat perjalanan turun terasa berbeda — ada lega, ada rindu yang mulai tumbuh bahkan sebelum benar-benar meninggalkan jalur.

Pukul 13.00 kami kembali ke Cemorosewu.

Sujud syukur menjadi penutup perjalanan.

Semua selamat.

Semua membawa cerita.


Di basecamp, kejutan terakhir muncul.

Aal — yang katanya sudah pulang ke Jakarta — tiba-tiba datang lagi.

Tawa kembali pecah.

Seperti perjalanan ini belum benar-benar ingin berakhir.


Epilog

Menyapa Kabut Lawu 2009 bukan sekadar pendakian.

Ia adalah tentang persahabatan yang lahir tanpa syarat. Tentang orang-orang yang mungkin jarang bertemu, tetapi selalu terasa dekat ketika berjalan di jalur yang sama.

Gunung mengajarkan banyak hal.

Tentang sabar.
Tentang percaya.
Tentang pulang.

Dan tentang satu kenyataan sederhana:

Tidak semua pendaki adalah penipu.

Gn Karang (1778)

Komunitas Petualang Indonesia ::

Petualangan Alam Terbuka => Mendaki Gunung => Topic started by: dZIEL on April 09, 2007, 01:11:11 PM



Title: Gn Karang (1778)
Post by: dZIEL on April 09, 2007, 01:11:11 PM

Assalamualaikum... bro
'Met Pagi/siank/sore/malm...
Mau coba sdikit bagi cerita Perjalanan ke Gn,Karang ....

Jum'at Pagi Start berdua dg Jureck(asal Pesink Conenk Jak-bar),
dari Cikokol Pkl 07.30 menuju Pandegalang,
dg menumpangi Bis ASLI jurusan LABUAN dg Tarif RP 12500, turun di
Pertigaan,Yang Orang biasa bilang 'Pabrik.(karena bis ga lewat Pasar) Perjalanan kurang lebih 2 - 2stengah jam.
nyambung angkot Untuk menuju Pasar Pandeglang dg Tarif Rp 2000,

sampai di pasar sudah Tersedia Angutan Colt bak menuju Ds.Kaduengan
Tarif Rp 4 000 - Rp 5000, perjalanan kampung yang cukup menanjak di tempuh dg waktu 45menit - 1 jam.
( bisa tanya2 sama orang pasar mobil angkutan ke Kaduengan. mobil angkutan ini biasa di pergunakan oleh penduduk yang berbelanja ke pasar Pandeglang. jadi, mau ga mau kita musti bergabung dengan belanjaan dari pasar itu)
ataw kalo mau/butuh cepat2 bisa dg Ojeg Motor Dari Pasar Rp 10 - 15 ribu.

sampai di Desa KaduEngan, waktu menujukan pukul 11.30.
dg Tawaran Kang Rohadi kita ntitiip carriel di rumah Kang Rohadi( supir mobil angkutan Pasar) karna kita mau sholat Jum'at.
selesai sholat jum'at kita kembali kerumah Kang rohandi, bermaksud tuk siap2 melakukan pendakian, eh.. diajak makan siang dulu ... plus ngopi ngopi sambil ngobrol2 tentang gn karang,
dan ternyata layaknya meminta izin keselamatan dll sbgnya, bagi pendaki yang ingin ke mendaki di sarankan untuk berZiarah kemakam yang terletak di pinggir jalur pendakian

Renungan Sebuah Perjalanan

Komunitas Petualang Indonesia ::

Petualangan Alam Terbuka => Mendaki Gunung => Topic started by: hijjau on December 05, 2006, 03:19:15 PM



Title: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: hijjau on December 05, 2006, 03:19:15 PM
Berbagai hal dilakukan untuk mencari sesuatu yang mungkin kita
sendiri tak tahu apa yang dicarinya. Banyak cara yang kita lakukan
dengan berbagai macam kegiatan dan aktifitas sesuai dengan keinginan.

Diskotik, cafe, mall yang riuh-rendah dengan suara-suara bercampur-
baur, atau ke hutan, gunung, goa yang begitu hening dan kepekatan
malam yang mencekam. Bertolak-belakang memang, tapi punya satu
tujuan yang ingin dicapai. Yaaaa..... mungkin sebuah kepuasan atau hanya
sekedar pelarian dari kehidupan yang sebenarnya, atau juga hanya
mencari kesenangan. Tiap orang berbeda dalam menafsirkan dan
menjalaninya.

Lalu ada sebuah tanya dalam diri ini yang timbul tanpa kita sadari
dan terlintas dalam diri..."APA YANG KAU CARI ANAK MUDA????"

Mungkin kita pernah mendapatkan pertanyaan itu dari hati ini, atau
juga tak pernah sama-sekali. Bila kita pikirkan dan renungkan atas
apa yang kita lakukan dlm hidup ini seperti mendaki gunung yang kerap
kali kita jalani, mungkin bagi sebagian kita kegiatan itu hanyalah
sekedar melepas beban pikiran yang selama ini dibebani urusan kantor
atau urusan dirumah saja. Sekedar untuk bersenang-senang sesaat
walaupun harus rela menyiksa diri (begitu menurut mereka yang tak
suka mendaki).

Kita habiskan uang, waktu serta tenaga dikelebatan hutan sana tanpa
tahu dan mengerti apa hakikat yang kita cari selama ini?
Lalu pertanyaan itu akan selalu hadir mengusik nurani ini dan akan
terus berkumandang ditelinga ini.

..."APA YANG KAU CARI ANAK MUDA????"
..."APA YANG KAU CARI ANAK MUDA????"
..."APA YANG KAU CARI ANAK MUDA????"
..."APA YANG KAU CARI ANAK MUDA????"

entah apa kita bisa mencari jawabnya diatas sana.


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Hotmazter on January 17, 2007, 09:21:25 AM
Perjalanan ini memang bukan sekedar menjalani
tapi ada yg lebih penting
Menikmati
dan tetap berdoa ;D


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Ho Chi Minh on February 14, 2007, 01:10:18 PM
Dtengah kepulan asap rokok, sorotan lampu club yang menyilaukan, ditengah bisingnya launan musik pimpinan sang DJ, ditengah hiruk pikuk tawa lepas gadis-gadis ibukota, gw pernah sekali berfikir?! Apa ini tujuan hidup gw, terkadang suasana sunyi, dingin, bunyi nyanyian ranting pohon yang menjadi sebuah bangunan api unggun, desiran angin yang terkadang membisikan nyanyian alam lebih kukagumi!!

Kalo kita compare antara CLUBBING dengan MOUNTAINERING memang agak jauh perbedaannya, tapi kembali ke individu masing2..
Kalo individu tsb sdh kerasan dengan dunia gemerlap, akan susah bila individu tsb disuruh merasakan dunia kedamaian!!..

Jadi kalo gw bisa saranin tuk para nak muda/i Indonesia, gunakanlah masa mudamu dengan kegiatan yang brmanfaat bwt lu sendiri!!

Mas JJAU.. minta no. telpon rumah/kantor ma No. HP ya!!..
saya mau berguru sama sampean nihh!!..

Thanks's to all mountainer brata' and sista'...
;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: hijjau on February 23, 2007, 10:58:12 AM
Kepedulian Sebuah Keluarga

Pagi itu saat sedang menikmati hangatnya mentari pagi di TNGP, setelah ½ jam berolah raga mengelilingi Kebun Raya Cibodas. Tampak serombongan keluarga memasuki Pos Penjagaan TNGP Cibodas. Lalu mereka melaporkan diri kepada Petugas yang berjaga. Kemudian rombongan itu pun mulai melakukan perjalanan menuju Curug Cibeureum. Sesaat setelah itu petugas mendekati volunteer yang berdiri tak berapa jauh dari Pos penjagaan. Petugas mengatakan kepada volunteer bahwa rombongan itu adalah dari Keluarga Besar H. Sobari yang akan melakukan OPSIH di Cibeureum dan akan memperbaiki MCK yang sudah sangat rusak.

Keluarga Besar Haji Sobari?!?!?! Rasanya tak pernah mendengar nama itu selama di TNGP. Mungkin mereka bukanlah pejabat tinggi di Cianjur ataupun konglomerat ternama di kotanya. Mereka hanyalah warga kota Cianjur biasa. Namun ada perasaan kagum dan respek dengan apa yang mereka lakukan ini.

Seperti biasa bila pagi hari berada di TNGP, beberapa Volunteer melakukan olah raga ke Curug Cibeureum sambil memunguti sampah-sampah plastik. Berlari-lari kecil menuju Air Terjun sambil menikmati keindahan dan kesegaran alam Gunung Gede.

Tak berapa lama sampailah volunteer, disana terlihat para pengunjung yang menikmati pemandangan di pagi hari yang begitu indah. Canda-tawa terdengar begitu ceria sambil berphoto bersama. Disela-sela keceriaan itu tampak sekumpulan keluarga yang dengan giatnya mengumpulkan sampah dan membersihkan MCK. Tampak pula bapak-bapak yang memegang parang sedang membersihkan semak-semak liar dan mengumpulkan plastik-plastik aqua. Begitu juga dengan remaja-nya. Kegiatan itu mereka lakukan sambil bersenda gurau, bahkan keceriaan, tawa dan canda turut pula berbagi dengan para volunteer. Suasana yang begitu bersahabat. Saat volunteer selesai memunguti sampah dan pamit pada mereka, mereka menawarkan untuk makan bersama.

Sungguh sebuah keluarga yang harmonis yang tidak hanya mendidik anak-anaknya dengan pendidikan formal, namun juga mendidiknya dengan terjun langsung ke lapangan. Mereka memberikan contoh yang sangat positif yang akan tertanam dalam diri dan jiwa mereka.



coretan 'hijjau'


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: photen on February 23, 2007, 05:45:23 PM
Toopp bangEtz bung hijjaU...

oRang sepERTi dialah yang Lebih panTas di sebuT sEbagaI PecinTa aLam.kaRena konTRibusinya kepada aLam sangaTLah besaR...dan saYa biasa mEnyEbuT orang2 sEpERti bELiau adaLah "oRang biasa yang LuaR biasa"




sEandainya sETiap pEndaki mEmpunyai jiwa sEpeRTi beaLiau...


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: jenggot on February 23, 2007, 08:53:18 PM
vote hijau... 4 next indonesian president


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: photen on February 24, 2007, 12:43:49 PM
vote hijau... 4 next indonesian president



sETubuh.....

oooppsss...saLah...

maksud saya....sETuju.... ;D ;D ;D


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: yanweka on February 27, 2007, 11:54:08 AM
Setujuuuuuuu......,


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Ho Chi Minh on February 28, 2007, 02:24:41 PM
Betul,,,

Setuju dhh hijjau jd presiden..
Iya kan kang...!!?


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: GENDON on February 28, 2007, 02:31:32 PM
Menurut gue, kalo bang Hijjau mau berpolitik praktis, bisa gabung tu ama PKB, mereka kan lagi BARU MAU AKAN menjadi partai HIJAU ....


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: hijjau on March 01, 2007, 09:48:47 AM
waduh....waduh....
jadi politik praktis gini nech ;D

kembali ke LAPTOP........... ;)


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: GENDON on March 01, 2007, 11:15:50 AM
Bang Hijjau suka jadi Bakpia Patuk juga ya ....


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: hijjau on March 01, 2007, 02:56:23 PM
Agustus , seribu sembilan ratus empat lima (makna buat pendaki)


Berapa lama kita mengalami pergantian tahun, mengikuti perayaan hari- hari besar yang semarak dengan hingar-bingar keindahan dunia. Turut meramaikan kemeriahan dan kebahagiaan sesaat yang kita jalani, lalu setelah itu, seperti hilang dihembuskan angin perubahan. Ada kesan yang hinggap dalam diri, namun tak banyak membawa perubahan. Seperti terminal yang hanya dilewati.

Tahun demi tahun berganti, menanti perubahan diri yang tak jua membuahkan nilai yang nyata. Kadang merasa diri ini berjalan ditempat, bahkan sepertinya mundur kebelakang :(
Pencarian jati diri yang terus berlanjut juga ikut menyembul saat memperingati 17 agustus. Beragam aktifitas dilakukan untuk menyemarakannya, berduyun-duyun lintasan manusia memenuhi seisi hutan dan lembah untuk satu tujuan memeriahkannya.

Semangat yg begitu bergelora kita habiskan untuk sebuah kebanggaan dialam sana, menapaki rimba raya dan seisinya. Begitu meluap kegembiraan itu, terkadang membuat kita khilaf dengan makna dan tujuan yang sebenarnya.

Waktu...
semua bergulir begitu saja mengikuti detik waktu berjalan. Saat ini mungkin kita belum menemukan apa makna yang hakiki dari semua itu, tapi teruslah berharap semoga kita akan mendapatkan kearifan waktu dan alam yang selalu dekat dengan kita.

Semoga....



Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: jenggot on March 01, 2007, 03:02:23 PM
salut.....


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: GENDON on March 01, 2007, 03:35:53 PM
Dalem beneeeerrrr .....
Gue juga mo bilang gitu Nggot .....
Tapi gue belum ikut diklat nulis, jadi ga bisa nulisnye ....
4 jempol keatas buat bang ijo ....


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Ho Chi Minh on March 01, 2007, 05:47:00 PM
Merdeka jJau..
Merdeka...



Eits,, tunggu-tunggu..!!
Tapi kok masi ada yang masih terjajah..??




Thanks for the stories..


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: ade on March 03, 2007, 09:10:32 AM
..Mas Ijo..ade dulu juga ngalamin kok kayak gitu2.. For me..It was nice being a real clubber...Party goer all the time.. Tapi...lama2 capek..

Before I joined "the god damn world" my brother introduced me.. the other side of being a human been. Melting with environment. Moutaineering, hiking ..what ever it is.. I enjoyed that short time..
After that...blazt...Another side of city life.But..I never used drug..Never..Only cigarettes and a little bit of wine..

I never regret that I was one of the "people".. at least I know what the fell like.
At least..I can appreciate my life..and everything what Allah Swt has been made for us..

Thank's Mas Ijo..U have remind me of being a human been now.. SALUTE FOR YOUR THINGKING...Dan gw rasa Mas Ijo..udah senior banget..neeehh


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: GENDON on March 03, 2007, 10:23:01 AM
Curang lu, pake bahasa tumbuh-tumbuhan .....


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Izoel on March 04, 2007, 07:45:28 PM
Kayanya kita perlu juga belajar bhs tumbuh2an Bro.....!! supaya ga sprti Gendon,kaga ngerti. ;D ;D


izoel_cirebon
Not Just Adventure


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Ho Chi Minh on March 05, 2007, 01:30:34 PM
Izoel, ente salah bilang bang gendon gak ngerti bhasa tumbuhan!!
Orang di bali doi buka les bahasa tumbuhan!!
Tapi tergantung tumbuhannya nihh..!!


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: GENDON on March 05, 2007, 02:00:57 PM
Ada juga yang belain gue, Zoel ....


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Ho Chi Minh on March 05, 2007, 02:06:12 PM
Don.. Joe kok jarang on ya!!
Gw pengen ngobrol nihh ma dia!!
Kalo pake HP mahal.. maklum pulsa sekarang ngelonjak berbanding lurus dengan kenaikan harga beras!! Trus ditambah2 panen bokap yang gagal karna hama werwng!! kan kasian bokap da nyangkul capek2, mupuk capek2.. ehh di makanin ma wereng!!

To my papee:
Beh, keras keras ya behh!! supaya ewin bisa kuliah..
Ntar ewin janji kalo dah kerja ewin pasti akan inget ma babeh!!
Beh,, Nyak I LOVE YOU ALL!!..


Sedih banget gak sihh!!..


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: toge on March 05, 2007, 02:19:36 PM
win makanya elo bantuin nyak babe elo nyangkul juga dong...kalo ngga elo jadi orang2an sawahnya aja... ;D
jangan marah lo win.. ;)


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: GENDON on March 05, 2007, 02:34:53 PM
Coba lu sms die, terus tanya no rumahnya ...


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Ho Chi Minh on March 05, 2007, 02:49:18 PM
To mas toge:
kebetulan kabel untuk marah gw da korsleting!! Jadi dah out of order..

To gendon:
kmarin gw sms, pi failed dahh!!
tp nanti gw coba lg dehh!! soalnya gw pngen nego yang jkt windfall ntuh.. kalo sgitu gw kga nyanggup don!!


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: hijjau on March 08, 2007, 02:54:33 PM
Kepak Sayap Sang Merpati Putih

Oh, masih kulihat kepakan sayap itu
menari-nari meyibak kabut kebisuan
menggapai lembah-lembah yang kelu
mencari jawab dari sebuah perjalanan

pekik semangatnya menggema
membelah jenggala alam semesta
akar-akar kehidupan coba diraihnya
berbekal kebulatan tekad yang bergelora

satu persatu jejak itu semakin jelas
tercetak tebal dalam hatinya
lalu terjalin sebuah makna
merajut arti yang dikandungnya

sayap-sayap itu masih kulihat
kepak-kepak itu masih kudengar
tak ada rasa lelah dan bosan terlihat
hanya keinginan yang semakin menguat

sayatan dan goresan luka
tak hanya oleh akar dan ranting
perih dan sedih tertoreh
dari jeritan penghuni rimba raya

merpati putih tak jua menyerah
terus menyibak rahasia alam semesta
kulihat jejak penuh luka
membawa sebuah harapan dan kisah yang nyata


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Ho Chi Minh on March 08, 2007, 03:06:38 PM

Kedahsyatan alam yang terkoyak

Sinabung juni 2000..
puluhan pendaki menyerupai barisan semut..
seakan mengejar sesuatu di puncak sana..
semakin lama semakin riuh..

aku terpejam..
aku terenyuh..
taatkala ku berfikir sejenak..
betapa egoisnya kami ini..!

kami rusak.. kami perkosa..
keindahan alam sinabung..
tanpa adanya perlawanan dari sang alam..
dia tetap tertegun.. malu..

setengah perjalanku telah kulalui..
detik demi detik tlah kulalui..
tapi smakin kusadari..
betapa besarnya sang Ilahi..

Tak sadarkan diri..
Semakin dekat dengan pelataran sang Ilahi..
jenjang demi jenjang kaki..
membawaku pada damai surgawi..

Selintas terfikir di kepalaku..
saat saperti inilah yang kutunggu..
memohon ampun atas khilaf diri..
yang pergi tanpa seijin yang maha tinggi!!..



ekspedisi "sinabung&sibayak"
2 juni 2000, sibolangit, SuMut


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: ade on March 08, 2007, 03:32:03 PM
...Waduh...MATI GW...!!! Raport gw merah dalam hal puisi-puisian..Klo berbalas pantun...pegimane???


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Ho Chi Minh on March 08, 2007, 03:44:40 PM
Boleh de, sape takut!!

Pegi ke pasar nyari kaen katun.. (nahh lo ngapain tuhh??)
pagi bute nyak da masak nasi..
mari kite maen bales pantun..
sapa tau bisa ngibur ati..

Hee.hee.hee

Dilanjut aje dah penonton!!..


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: hijjau on April 09, 2007, 03:28:40 PM
Masih ada sepenggal perjalanan



berkaca di penghujung senja
bercermin di awal gerimis
mencari atas apa yang diingini
mengejar paruh waktu yang tak kunjung sirna

langkah kaki yang kian surut
terus memaksakan untuk berpijak
catatan lama yang dituliskan
menjadi panduan untuk mencari harta sejati

jenggala memberinya doa
sungai pun turut berharap
mentari membawa asa yang sama
untuk ikut memberi sebait makna

apa yang telah dirajutnya
hendaklah menjadi sebuah sutra
apa yang telah ditempuhnya
hendaklah menjadikannya lebih beradab

perjalanan itu tak kan pernah sia-sia
walau waktu terus mengalir
bila manusia bisa meraihnya
inti dan makna perjalanan dunia


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: yanweka on April 10, 2007, 11:09:05 PM
Masih ada sepenggal perjalanan



berkaca di penghujung senja
bercermin di awal gerimis
mencari atas apa yang diingini
mengejar paruh waktu yang tak kunjung sirna

langkah kaki yang kian surut
terus memaksakan untuk berpijak
catatan lama yang dituliskan
menjadi panduan untuk mencari harta sejati

jenggala memberinya doa
sungai pun turut berharap
mentari membawa asa yang sama
untuk ikut memberi sebait makna

apa yang telah dirajutnya
hendaklah menjadi sebuah sutra
apa yang telah ditempuhnya
hendaklah menjadikannya lebih beradab

perjalanan itu tak kan pernah sia-sia
walau waktu terus mengalir
bila manusia bisa meraihnya
inti dan makna perjalanan dunia


Bos Hijau...
tulisannya makin berat nich ...,makin dalem...gitcu
ngomong2 ane salut dech...., ;D


Title: Renungan Sebuah Perjalanan di Zaman ini
Post by: Ho Chi Minh on April 11, 2007, 01:06:04 PM
Arti Setiap Hembusan NafasMu


Berlumur semangat rasa jiwa ini..
Terpenuhi energi serasa hingga kepala..
Bermodal kuasa Ilahi dan pengetahuan diri..
Kucoba tantang kehidupan ini..

Entah harus sedih atau marah..
Ketika satu saat kuterperangah..
Melihat kawanan muda bersobat dengan anak tiri Iblis..
seberkas senyum tersungging di wajah mereka..
mereka bilang mereka terbang..

Semangat awalku sedikit demi sedikit mulai luntur..
Karna angakatan ini mulai mengendur..
Tak ayalnya anjing yang memperebutkan tulang..
Ganti berganti menikmati barang haram ini..

Penghilang derita dikira surga..
Penghilang rasa sakit dikira langit..
Untuk apa jarum itu diciptakan kalau hanya untuk merusakkan..

Masihkah kau mau pagi datang..
Jika satu hari ini kau mengharap kembali akan terbang..??

Kemana jiwa muda Indonesia 60 tahun lalu..
atau sudah menguapkah rasa juang mereka..
Padahal musuh yang kita hadapi tak lebih..
Dari ego diri sendiri..

Lepas dari kawanan pecinta anak tiri iblis ini..
Masuk ke lembah setan yang paling dalam..

Hubungan terjalin bebas tanpa adanya ikatan..
Seolah mereka menunjukkan cinta & roman..
Seolah Allah merestui hubungan & ikatan..
Terlahir jiwa tanpa kawalan orang tua..
Jiwa yang nantinya akan pimpin nusantara..

Tidakkah angkatan ini tau,
Bagaimana perjuangan ibunda tercinta..
Dalam membantu mereka menjadi pemeran utama..
Di dunia yang penuh kebohongan belaka..

Kawan, kadang ku ingin bertanya..
Apakah Allah sengaja melempar si jahat ke dunia ini..??
Atau apa Allah ingin melihat bagaimana perjuangan mahlukNya..
Yang paling dicintaiNya..
Dalam mengalahkan nafsu darinya..

Seandainya kawan-kawan ku tau..
Bahwa kuasa yang Esa..
adalah penghalang segala mara bahaya..

Tapi dibalik bangkai singa ada lebah..
Dibalik yang jahat ada yang baik..
Allah tidak hanya tinggal diam..
Azab dan kutukan disiapkan..
Untuk hambaNya yang melawan..

Seyogyanya tercipta damai indah semesta..
Amien..



Diilhami dari fenomena kehidupan remaja/i Di Indonesia tercinta..


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: toge on April 12, 2007, 10:53:13 AM
win tulisan loe mengingatkan gw akan kesedihan yang pernah gw alamin...saat gw ditinggal sama orang2 yang dekat dengan gw... mereka hanya tau bahwa hal yang mereka lakukan adalah yang terbaik buat mereka...tapi sisi negatifnya amat besar...sampai perjalanan hidup mereka hanya sebentar...yach itulah kenyataan anak muda indonesia sekarang...salut atas tulisan mas hijau...tops ;)


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Ho Chi Minh on April 12, 2007, 12:42:48 PM
Ini Rahasia lohh:
Mas hijJau ntu sebenarnYa titisan W. Shakespare..
hihihihihihi....
;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: jenggot on April 13, 2007, 03:34:41 AM
ewin sotoy neh......
yg bener ntu... Willy Shakespare titisannya Bang Hijau.


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Ho Chi Minh on April 13, 2007, 09:55:41 AM
wakkaakkkakkk..
sorry bang hiJjau, ane lupa..!!

Bang hiJjau, penonton da teriak "lagii.. lagiii.." tuhh..
gimane dong..??


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: dZIEL on April 13, 2007, 05:45:11 PM
penonton... ! (mang lenong win???)

tapi boleh juga dah 'kang hijjau, lagi dong...
kepengen gw bisa bikin sajak/puisi kerenz(alam) seperti mereka2.

thx 'kang Hijjau


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: hijjau on May 01, 2007, 09:10:34 AM
APa kabarnya semua???
Wah kangen nech udah lama 'nggak say helo lagi :D
Mudah2an sech semakin rame and heboh yaaaa
hihihi

Om Owner, sekarang kan banyak bgt nech para fans-nya forum komunikasi di gappala, gimana kalo bandwidth nya ditambahin jadi tambah ok kan???
:)


Title: Tajuk sebuah kedamaian
Post by: hijjau on May 01, 2007, 10:24:55 AM
Tajuk sebuah kedamaian


Hari itu semua orang mengingatku
Kala itu mereka begitu peduli padaku
Bersama-sama menitipkan sebuah pesan abadi
Untuk menjadikan sebuah penghormatan untuk-ku

Akankah saat itu akan berlalu
tak kala hari telah berganti pagi
walau mentari pagi bersinar di ufuk timur
apakah manusia tetap seperti itu?

Adakah rasa sesal dan penyesalan
yang mengetuk hati nurani kita
saat kampak dan belati menguliti-nya
menancap tepat dijantung kehidupan

Usia-mu yang semakin tua
tak menyurutkanmu untuk tetap mengabdi
mengabdi untuk sebuah pengorbanan
pengorbanan yang selalu kita abaikan



" Selamat hari Bumi " 22 April


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: dZIEL on May 01, 2007, 02:13:29 PM
slamat hari bumi juga... buat semua..

aaaahhhhhh....
say hallo ahhhh...
apa kbar semua????


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Ho Chi Minh on May 01, 2007, 06:59:41 PM

Entah kepada dunianya atau kepada manusia,
kita harus mengucapkan 'selamat'..

Tapi yang pasti terima kasih kepada Tuhan tidak akan putus-putus..
Semoga dunia kedepannya akan lebih baik dan serasi..
terutama penghuninya..

Jabat erat tangan sang alam..

"Selamat Hari Bumi 22 April"


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: dZIEL on May 04, 2007, 05:31:54 PM
"BERSYUKUR".... kpd Allah SWT,sang maha pencipta &kuasa.
gitu maksudnya bukan win? 8) :o :( :o


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Ho Chi Minh on May 07, 2007, 12:28:51 PM
+/- begitulahh broo..!!
hehehehehehehehehehehe....

si Gendon kmane aja ye..
uda gmana tu kabar abang kite ye..??


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: dZIEL on May 07, 2007, 12:38:13 PM
katanye lagi ngeremin...,
tapi ga tau ngeremin apaan ;D :P



Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Ho Chi Minh on May 07, 2007, 12:48:14 PM
wakakakakk..

bro da dpt lom surat dr gw..??


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: dZIEL on May 07, 2007, 12:54:40 PM
baru gw bca dan blz, liat sono. ;D :P


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan di Zaman ini
Post by: nzhelweiss on May 08, 2007, 03:27:21 AM
Luluh hatiku membaca puisi "Arti Setiap Hembusan NafasMu"


Title: Aku dan Pendakierror
Post by: hijjau on June 04, 2007, 11:24:23 AM
Aku dan Pendakierror

Nama yang unik dan lucu...
mungkin itu salah satu alasan kenapa memilih nama itu, hihihi :D
juga terinspirasi oleh nama-nama lucu lainya yang muncul seperti PJ (pendaki jompo). HHmmm... jadi inget sama pemilik nama PJ (apa kabar bang???).

Nama yang sekedar lucu-lucuan lambat-laun jadi agak-agak serius dot com, terbukti akhirnya kubuat domian + web site pribadi tersebut untuk sekedar menumpahkan buah tangan yang sesekali menumpahkan tinta diatas kertas.

Tapi mungkin sudah menjadi sifat ku, setiap nama atau kata haruslah mengandung arti atau makna sebagai kontrol terhadap diri. PENDAKIEROR... memberikan makna bahwa kadang kita melakukan hal2 yang kontradiktif dimana jejak hitam dan putih kita torehkan dalam diary kehidupan.

Disaat itulah hati kita akan terus mengkaji akan jejak-jejak yang pernah dilakukan untuk tidak menambah deretan hitam yang menghiasi sampul putih diary. Mungkin sesekali warna itu akan tetap ikut meramaikannya, namun tidak untuk mendominasi sesi sepenggal kehidupan ini.

Begitulah, setidaknya pendakierror membawa hal baru dalam babak kehidupan ini, semoga hikmah, makna dan arti akan dapat mengingatkan aku dalam setiap jejak langkah yang dilalui untuk menuju sebuah pencarian akhir diujung jenggala.


Title: Yang tetap setia (Lima Juni)
Post by: hijjau on June 06, 2007, 02:12:36 PM

Jejak langkah kaki tak bertuan
memenuhi seisi jagat raya
berpacu membelah sang waktu
meraih kesenangan nan semu

tak peduli kotoran dan darah menggenang
membajiri lembah dan kubangan nista
asal niat sudah terlanksana
walau harus bergelimang dosa

entah dosa apa yang telah diperbuatnya
apa memang tercipta untuk menderita
padahal dia menjadi penyangga hidup
bagi seluruh manusia yang terlahirkan

dia tak pernah mengeluh
tak jua jera atas prilaku manusia
walau harus menyimpan derita
tapi tetap mengabdi dengan setia


*Selamat Hari Lingkungan Hidup*


Title: Re: hari LINGKup
Post by: dZIEL on June 06, 2007, 04:25:05 PM
selamat hari lingkungan hidup juga bro bro smua...
meski kali ini gw blom bisa nyumbang apa2 buat bikin 'lingkup menjadi bersih asri lagi,
smoga gw dg segala akal sehat dan penuh kesadaran, gw ga pernah mau mencoba untuk merusak dan merusak seisi lingkungan gw..



Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: hijjau on July 10, 2007, 09:46:26 AM
Aku dan hijjau

“hijjau…
hanyalah sebuah singkatan kata. Untaian kata-kata yang yang memiliki arti atau makna untuk menyadarkan diri ini, dan berusaha untuk mencoba mencintai lingkungan atau alam ini. Nama itu datang membawakan sebuah inspirasi yang positif yang membuat hidup ini lebih berarti.”

Masih terbayang erat saat itu ketika mendaki Gn. Salak, ketika lelah menyengat saat menghadapi cuaca yang kurang bersahabat. Tiba-tiba sayup-sayup kudengar obrolan teman kakakku menyebut kata hijau ketika mereka sedang membicarakan salah satu album Iwan Fals. Lalu iseng aku mencoba menguraikan kata itu menjadi sebuah rangkaian kata yang erat dengan alam. Dengan menambahkan huruf ‘j’, maka lahirlah ‘hijjau’ dipuncak Gn. Salak tahun 1994.

Bukan tanpa makna atapun alasan mengapa aku sangat menyukai kata tersebut, hijjau (hirau jenggala hijau) begitu menarik perhatian dengan makna yang cukup dalam akan arti kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Sehingga memberikan semangat dan kontrol pada diri untuk lebih santun dalam perlakuan diri terhadap alam sekitarnya yang insya Allah akan terbawa dalam keseharian di kehidupan ini.

hijjau menjadi nama panggilanku dalam berinteraksi di dunia kabel atau cyber.


Title: 'hijjau 060807'
Post by: hijjau on August 29, 2007, 04:08:10 PM
Sepi tak bergema
menoreh sejuta cerita penghuninya
tak ada isak tangis menggelora
hanya lamunan tak merdu terdengar

Sayup-sayup sajak sang elang terdengar
membuyarkan lamunan semu yang tak terbayarkan
rintih riuh bergelora
meninabobokan keinginan yang terabaikan

ada banyak langkah tergantikan
oleh semangat yang tak terkendali
beribu kesombongan mengiringi diri
untuk coba menaklukan Sang Perkasa

tak ada nafas perlawanan
dari jiwa alam yang bijaksana
tak pernah ada sorot dendam membara
walaupun diri ditikam durjana


'hijjau 060807'


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Andik on September 06, 2007, 10:25:15 AM
BAng Hijau...
Semuanya tulisannya Yoooiii BGT....


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: hijjau on September 26, 2007, 02:03:39 PM
Ramadhan 1428 H


Gema itu kembali bergetar
menembus lorong waktu yang tak terbatas
bergemuruh menyebrangi lautan hati
menyerap dalam lubuk terdalam

Gelombang itu mengalir merdu
meyeruak dikedalam aliran darah
menghanyutkan riak-riak nafas kehidupan
membawa sebuah pesan keimanan

Hati tertunduk nan malu
rasa tergoda untuk bicara
bukan kata dan raga yang bergerak
tapi hati dan jiwa yang bicara

Senandung doa menjadi padu
dalam lantunan nan syahdu
sebait kata keagungan Illahi Rabbi
menamcap dikedalaman nurani


Title: Dia Yang Bernama Perubahan
Post by: hijjau on September 28, 2007, 10:16:15 AM
Dia Yang Bernama Perubahan


Tak terasa waktu, usia dan keadaan yang terus bergulir searah tergelicirnya matahari. Tak akan ada yang bisa menghentikannya, mengikuti atau diam untuk mati. Sang waktu tak mengenal keluh kesah dan keragu-raguan, lajur yang ditempuhnya jelas dan tak terbatas mengikuti kehendak Sang Pengatur.

Tak bisa ku gapai bayangan masa lalu yang bersandar dibelakangku. Lambaian tangan itu begitu menggoda untuk mengajakku kembali. Begitu riang dan bersahabat, dengan pakaian yang senada mencirikan kesamaan idealis yang dipakainya.

Begitu banyak kenangan terlintas disana, dengan baju kebesaran yang tersandang membuat sebuah kebanggaan dan semangat dalam melakukan aktifitas. Beriring bersama melantukan lagu perjuangan dalam mewujudkan keinginan yang satu.

Namun semua hanyalah kenangan masa lalu yang tergelincir seiring terbenamnya matahari, walau begitu semangat dan rasa itu masih tetap terbawa dan tertanam dalam setiap jejak langkah yang terbawakan.

Saat ini terasa berada dalam sebuah negeri asing, dengan warna yang berbeda-beda. Terlihat samar warna itu kian memudar, tergantikan beribu warna yang saling berlomba memancarkan sinar yang membias.

Coba untuk bertahan dengan sinar yang meredup, namun mampu menembus benteng terkuat di masanya.

Sampai kapan akan terus bertahan hanya untuk sebuah rasa tanggung jawab, bila tak lagi bayang-bayang itu terbawa. Hampa dan penat menggelayuti suasana hati saat tak lagi ada yang seirama dan sehati. Berjuang seorang diri mempertahankan keinginan para pendahulu yang satu persatu hilang tak menentu.

Ada waktu untuk bersama, ada masa untuk berkelana tak mungkin berhenti untuk sebuah perjalanan. Ada batas sebuah persinggahan yang dihampirinya untuk ikut memberikan nuansa yang berbeda. Walau tak akan mampu lama bertahan namun mampu memberikan senyum dan rasa bangga.

Perjalanan masih harus melalui terminal-terminal kehidupan yang antri menunggu untuk disinggahi, banyak sudah perbekalan yang terbawa melengkapi dan mengiringi sisa langkah kaki menuju arah yang dilaluinya untuk menemukan sebuah terminal baru yang layak disinggahi.


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Ho Chi Minh on September 28, 2007, 10:30:17 AM
Hallo bang Willy "jenggala" Shakespare..
Bang ane mo coba buat juga ahh..!!


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Andik on October 02, 2007, 03:22:34 PM
ORANG SAKAI

Engkau kubayangkan disini duduk termenung...ditengah padang rawa-rawa. Sambil menatap bintang di angkasa yang sesungguhnya hanya satu.
satu,satu,satu dan satu jua. Merangkai bunga plastik diiringi segala musim cuaca, kau hapus semua derita.
Engkau mengenal pawang, mengenal malaria, orang sakai beriring berjalan diatas pipa - pipa minyak yang besar membujur bagaikan naga. Dan tak ada seorangpun yang akan bertanya kita ini milik siapa.
Dengan seteguk air kubaca mantera-mantera, kepala tengadah menatap alams semesta. Hanya berharap di suatu saat nanti kami akan ada yang miliki.


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: hijjau on November 07, 2007, 03:06:56 PM
Melati itu masih seperti dulu (Gede-November Rain)



Ku coba mengigat lagi kapan terakhir kali menginjakkan kaki di gunung
yang dulu begitu akrab, ya....begitu sangat akrab dalam menemani hari-
hari yang dulu pernah menghantui kehidupanku.

Satu...dua...
kucoba meresapi kembali gairah yang mengalir dalam aliran darah ini.
Terasa sentuhan dan belaian itu tetap mesra seperti dulu,
menghanyutkanku pada kenangan lalu.

Juga seperti waktu itu, kumulai langkahku bersama kawan-kawan baruku,
walau ada beberapa yang sudah begitu akrab :)
Seperti biasa sang alam begitu cepat mengakrabkan kami dalam satu
langkah pasti menuju sebuah bentuk persahabatan yang tak pernah sirna.

Tawa canda itu tak asing bagiku, seperti halnya dengan sesisi
jenggala yang kerap kuhampiri. Selangkah demi selangkah jejak itu
meninggalkan sebuah senyum kegembiraan yang terbawa dalam sejuta
mimpi.

Satu persatu wajah-wajah itu mengisi paragrap-paragrap petualangan
yang ikut memenuhi 'Sepenggal Perjalanan' ini. Banyak nuansa warna
tergores menyemarakan garis-garis kehidupan yang mesti dilalui.

Seperti yang selalu kuharapkan, ada banyak buku yang harus kupahami
dan kubaca untuk kembali mengingat pelajaran yang dulu sering kau
berikan padaku. Untuk mengajariku dan mengenalkanku pada arti sebuah
kehidupan yang hakiki. Walau mungkin banyak yang sudah terlupakan,
namun masih terasa getaran-getaran nyata dalam diri.

Satu persatu kesempurnaan yang kau tampakkan membuat hati ini
terpesona, seperti layaknya harum melati yang menyebarkan harud
dilembah kesunyian "Surya Kencana".


Harum mewangi 'Melati Suci masih tampak seperti dulu"


*_^

diary "Hijjau"
-SepenggalPerjalanan-


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Ho Chi Minh on December 26, 2007, 10:50:16 AM
Sorry nihh mo ikut2an aa HijJau..
Ane lebih seneng nulis tentang keadaan bangsa..!! kali ini Lebih spesifik tentang 3 tahun Tsunami Aceh..
test yaa!!


3 Tahun silam yang kelam


Ujung barat Indonesia,
kokoh berdiri serambi mekkah,
Harum kedamaian dan syair kearifan terlantun disana..

Pagi cerah seperti biasa tiba,
dimana pagi yang dipenuhi syukur gembira,
tak seorang pun tau,
bahwa saatnya akan berakhir di pagi itu juga..

malang tak dapat ditolak, rugi tak dapat dihindar,
Gulungan ombak menyerang bagai singa yang lapar,
menerjang tanpa kenal usia,
Menyeret siapa saja yang tak bisa lebih cepat daripadanya..

secepat kilat Ia datang..
secepat kilat Ia pergi..

bujur kaku sebongkah daging tanpa nyawa,
terserak dimana-mana..
harum darah dan wangi busuk,
seolah menjadi pengganti kedamaian..

semua kacau,
teriak tangisan ibu yang menangisi anaknya..
teriakan anak yang terus berteriak memanggil orang tuanya..
terus bergema di serambi mekkah..

Semua berubah menjadi nestapa..

3 tahun silam itu terjadi,
3 taun yang kelam itu terlewati,

menyisakan para yatim piatu,
menghadirkan suasana hampa di benak semua,
mematahkan sayap bangsaku yang akan terbang..

Mengapa Tuhan seolah membiarkan itu semua terjadi?
Mengapa kawan? Tidakkah barang siapa tahu akan jawabnya!?

Tapi semua itu sudah berlalu,

Kini serambi Mekkah dapat tersenyum kembali..
Lebar senyumnya sudah dapat kita nikmati kembali..
Harum kedamaian seolah menjadi penawar racun,
bagi jiwa yang terpukul..

Mungkin Tuhan ingin kita mengetahui,
Mungkin saja Tuhan ingin kita sadar,
Bahwa kekuatannya dan kemuliaannya,
Tiada tandingan.. Ialah Alfa dan Omega..



Ewin
26 Dec 2004 - 26 Dec 2007




Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: jenggot on December 30, 2007, 09:44:31 AM
vote ewin for next hijjau generation.
btw keren2 puisi nya hijjau & ewin

ikan kakap ikan patin
mohon maaf lahir batin


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Ho Chi Minh on December 31, 2007, 02:49:22 PM


Teman sambil merenungi sebuah perjalanan

Satu barang yang tetap melekat di tubuh gw..
Baik itu mandi, makan, maupun tidur & beraktivitas..

barang itu selalu menjadi teman gw menghadapi hitamnya waktu menunggu..
selalu membisikkan ke telinga gw dentuman lentik jarum panjang dan pendeknya..
dia gak pernah boong..

wangi keringat gw dan keringatnya bercampur menjadi satu di kulit gw..
harum kerja keras dan perjuangan yang tiada henti..

sekarang umurnya genap 1 tahun..
memasuki 2008 yang tinggal beberapa saat lagi, dia tersenyum lebar..

gw kaget waktu dia bilang terima kasih ke gw,
kan seharusnya gw yang bilang terima kasih ke dia..
salut.. salut..

terima kasih teman ku,
sekaligus jam tangan ku,
kuharap kau tak bosan menemaniku,
dengan restu Tuhan terus bersamaku,
hingga tutup usia ku..

ewin "brigade071"
dentingan jarum menuju 2008...


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Kechenk on January 01, 2008, 10:02:19 PM
ikutan Kang Jenggot aja..!!!



tiada gading yang tak retaktiada tuyul yang tak botak tiada bisul yang tak bengkak [aiah!]
Di dunia yang FLEXI-bel ini Hatiku mungkin tak sebening XL....Kan tetap selalu secerah MENTARITerlalu banyak khilafku FREN....
Kupinta SIMPATI-muAgar aku mer-AS-a lega....
Semoga di-Taon ini kita Mendapat acungan JEMPOL dari-NYA amien...Selamat Tahun Baru 2k8
Mohon Maaf Lahir & Bathin




~3ko==>>~kechenk88~
-Free Land-


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: positiveyouth on January 02, 2008, 03:22:05 PM
Andalah pendaki sejati...

kekar ototnya...
kuat kemauannya....

cerdas akalnya....
lembut hatinya....

jujur lisannya....
mulia akhlaknya....

Anda....bukan saja mendaki terjalnya bebatuan...
tapi disempurnakan dengan pendakian meninggalkan kelamnya hati menuju cahaya kemuliaan...

guys... time (new years) has truly defined by ur heart... :D congratulation.



Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: GENDON on January 13, 2008, 08:04:24 PM

Sorry nihh mo ikut2an aa HijJau..
Ane lebih seneng nulis tentang keadaan bangsa..!! kali ini Lebih spesifik tentang 3 tahun Tsunami Aceh..
test yaa!!


3 Tahun silam yang kelam


Ujung barat Indonesia,
kokoh berdiri serambi mekkah,
Harum kedamaian dan syair kearifan terlantun disana..

Pagi cerah seperti biasa tiba,
dimana pagi yang dipenuhi syukur gembira,
tak seorang pun tau,
bahwa saatnya akan berakhir di pagi itu juga..

malang tak dapat ditolak, rugi tak dapat dihindar,
Gulungan ombak menyerang bagai singa yang lapar,
menerjang tanpa kenal usia,
Menyeret siapa saja yang tak bisa lebih cepat daripadanya..

secepat kilat Ia datang..
secepat kilat Ia pergi..

bujur kaku sebongkah daging tanpa nyawa,
terserak dimana-mana..
harum darah dan wangi busuk,
seolah menjadi pengganti kedamaian..

semua kacau,
teriak tangisan ibu yang menangisi anaknya..
teriakan anak yang terus berteriak memanggil orang tuanya..
terus bergema di serambi mekkah..

Semua berubah menjadi nestapa..

3 tahun silam itu terjadi,
3 taun yang kelam itu terlewati,

menyisakan para yatim piatu,
menghadirkan suasana hampa di benak semua,
mematahkan sayap bangsaku yang akan terbang..

Mengapa Tuhan seolah membiarkan itu semua terjadi?
Mengapa kawan? Tidakkah barang siapa tahu akan jawabnya!?

Tapi semua itu sudah berlalu,

Kini serambi Mekkah dapat tersenyum kembali..
Lebar senyumnya sudah dapat kita nikmati kembali..
Harum kedamaian seolah menjadi penawar racun,
bagi jiwa yang terpukul..

Mungkin Tuhan ingin kita mengetahui,
Mungkin saja Tuhan ingin kita sadar,
Bahwa kekuatannya dan kemuliaannya,
Tiada tandingan.. Ialah Alfa dan Omega..


In memoriam, my loving brother :
Ewin
26 Dec 2004 - 26 Dec 2007





Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Ho Chi Minh on January 17, 2008, 08:26:11 AM
waduhh.. gw lupa buat hak cipta nihh..
kata pak SBY kita harus menjaga kekayaan intelektual negeri kita..
hihihihihihiii..


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: GENDON on January 21, 2008, 09:48:52 PM
hahahaha .....
Sorry gue cuma becanda ...


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Ho Chi Minh on January 22, 2008, 04:57:39 PM

Sama boss.. gw jg cu,a becanda..!!
kapan nihh landing di capitalismo city of parijs van java..
sorry gw gk bs jemput!!


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: KluxKluxKlan on February 14, 2008, 12:29:08 PM
terkadang pencarian jati diri sudah terkontaminasi oleh kerasnya desakan kehidupan metropolis yang di akibatkan oleh sistem kapitalis yang berlaku. Alam dan sekitarnya juga terkena imbas dari sistem ini. Tempat2 yang dulunya sangat indah untuk mempelajari hidup sudah dicemari oleh kepentingan2 individual orang2 yang mencari "penokohan" diri. Saya yg hanya seorang yang mempunyai hobi mendaki gunung untuk merenungi dan merefleksi hidup serta mencari "jati diri" di keheningan puncak gunung hanya bisa berharap agar ALAM MASIH MAU BERSAHABAT DENGAN KITA SEMUA.

diriku tidak perlu akan sebuah "penokohan", diriku hanya rindu akan keheningan dan ketenangan jiwa yang hanya bisa kudapatkan di tengah keheningan puncak gunung sambil senantiasa mengingat kebesaran ALLAH SWT.

tapi di balik ketenangan jiwa tersebut, terlontar pertanyaan kepada diri sendiri;
apakah sudah ada konstribusi yang sy sudah berikan ke alam tercinta?

mudah2an ada, walaupun hanya secuil.....


Title: Kesucian Cinta pada Alam
Post by: hijjau on July 07, 2008, 03:08:54 PM
Cerita lama itu masih saja dipelupuk mata
berbagai petualangan pernah dilakukannya
beribu kisah masih memenuhi pita kalbu
memainkan peran yang dulu dilakoninya

Sejuta hasrat terus menggoda jiwa
menjelajah berbagai sudut misteri
untuk menyibak dinding hati yang terselimuti
mengajak kembali berpetualang kemasa lalu

Kulihat berjuta nuansa warna berbaur disana
berpacu untuk saling menerangi
berperang untuk sebuah nama
namun semua membias bisu dalam kepenatan

Ingin kuraih kesucian itu
merengkuhnya dalam belai mesra kehangatan
yang akan terbawa dalam keseharian
berbaur dalam keceriaan yang nyata

Cinta itu tak akan sama
waktu jua yang membuatnya berbeda
namun kesucian tetap terjaga
terbawa sampai akhir sebuah raga

Kesucian itu masih tetap terjaga
walau bukan diatas jenggala
dia hadir dalam detak waktu
yang mengelilingiku disetiap waktu

Tak harus kudapatkan kesucian itu jauh disana
karena telah kutanam mereka disekelilingku
tak hanya akan terasa olehku
tapi oleh orang-orang tercintaku

Kesucian cinta itu kita telah tertanam
pada pekarangan rumah yang menawan
setiap pagi pasti kan kusirami
agar harumnya dapat kita nikmati


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: koko on July 11, 2008, 02:35:26 PM
Thanx Sensei Kato

Berdua kita lalui jalan terjal dan berliku
bersama kita lewati berbagai rintangan yg menghadang
hanya demi satu hal....
cuma demi melihat betapa indahnya ciptaan Tuhan dari ketinggian sana

Tak satu atau dua gunung kita daki
namun tak secuil kudengar keluhmu
tiada pernah kulihat matamu berhenti memandang kagum alam Nusantara ini
walau saat bersamaku kau harus meninggalkan negeri Sakuramu nun jauh disana

Cintamu pada alam Indonesia
melebihi rasa cintaku pada alam negeriku ini sendiri
malu dan hanya malu pada tubuh dan jiwaku
dan kuhanya dapat belajar darimu akan kecintaanmu pada alam

Peluk erat dan setetes air mataku
rasanya itu tak cukup untuk sekedar berterimakasih atas semua pemberianmu
walau akhirnya negeri Sakura memanggilmu selamanya
namunku berjanji semangatmu takan pernah mati

Kuakan tetap menapakan kaki di puncak tertinggi
dengan semangatmu akan kurawat alam ini
agar semua tetap asri
supaya Indonesiaku tetap Hijau

Thanx sensei...


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Ho Chi Minh on July 11, 2008, 08:40:55 PM
Banyak sastrawan juga nih di Gappala..
nantikan peluncuran puisi yang masih bertemakan "renungan sebuah Perjalanan"..


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: koko on July 13, 2008, 11:57:14 AM
Banyak sastrawan juga nih di Gappala..
nantikan peluncuran puisi yang masih bertemakan "renungan sebuah Perjalanan"..
;D Wakakaka....tar kita bikin juga lomba puisi,biar muncul pujangga-pujangga dari Gappala yuk bro...wakakka


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Jhon Ariek on July 13, 2008, 12:06:13 PM
Assalamulaikum...
Hallo salam kenal semuanya, saya penghuni baru disini...
Saya kurang lebih sependapat dengan Mr. Author. ;D
Ada 1 pengalaman pribadi tentang sebuah perenungan perjalanan pendakian yang barangkali pernah dirasakan teman-teman, begini...
Istriku yang saat ini sedang hamil sempat bertanya kepadaku, bagaimana jika kelak anakku lahir kemudian mewarisi kesenanganku untuk bertualang, apakah akan mengijinkan jika suatu saat kelak dia akan melakukan petualangannya di alam bebas ? Karena terus terang istriku dan mertuaku (calon simbahnya) tidak akan mengijinkan dan meminta pendapatku, maka dengan mantap kujawab bahwa tentu akan kuijinkan. Lalu dengan enteng dia menimpali, dengan segala resiko yang pernah kualami meski maut selalu mengintai, dengan segala kesulitan yang akan dihadapi dan yang telah pernah kualami, dengan ketidakjelasan posisi dan nasib yang terjadi padanya ? Sejenak aku berpikir dan membayangkan segala kemungkinan tersebut, serta pula merenungkan bagaimana dulu orang tuaku dengan segala kekhawatiran dan kepeduliannya merelakan aku menjalani kegemaran ini. Apakah mereka hanya menguji seberapa besar tanggung jawabku untuk membawa dan menjaga diri sendiri ? Ataukah mereka percaya akan bualanku bahwa hidup mati seseorang tak akan pernah ada yang tau, jika tanpa harus ke gunung atau ke ujung duniapun, apabila takdir tersurat ajal kan menjemput dibawah selimutpun orang bisa tewas. Teringat kembali peristiwa teman petualangku yang pamit kepada orang tuanya ketika akan melakukan pendakian, penyakit darah tinggi dan jantungnya langsung kambuh, sambil berkata mall dan plaza masih terlalu indah untuk dikunjungi, tapi kenapa harus ke gunung ? Cari kesulitan saja ! Memang terlalu rumit untuk dijelaskan dengan kata-kata. Ah, sungguh berat memang ternyata menjadi orang tua, terlalu banyak kekuatiran, terbelenggu oleh banyak pertimbangan. Namun mampukah aku tuk menjalaninya ??? Sebuah pertanyaan besar yang tak akan terjawab jika waktunya belum tiba nanti...


Pendakian adalah refleksi perjalanan hidup, kadang terjal, kadang datar, namun yang pasti tidak selamanya kita berada di puncak pendakian, harus turun kemudian mendaki gunung kesulitan lainnya


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Ho Chi Minh on July 13, 2008, 01:54:24 PM

Suratan Takdir Sang Pendaki

Sudah sepanjang malam aku lelah menunggu
sudah sepanjang doa aku terus berucap
sudah lelah kubernafas
sudah lelah..

70 hari lebih kurangnya
kakiku yang kulatih ini bosan
bosan menapaki terjal curamnya alam ini..

1680 jam kurang lebihnya
pikirku yang kucoba untuk tenang ini jenuh
jenuh berharap
kapan kunjung tiba iba itu..

Ujung cerita
ku kembali ke pangkuan ibunda
ucapan selamat jalan dari kawan dan sahabatku
menjadi bekal mengiringi kepergianku
menghadap sang semesta..

Lelahku sudah terbayar
Jenuhku tak lagi terasa
matiku tertawa, melihat sahabat yang menangis serta
meneteskan air mata sebelum akhirnya
mereka melanjutkan perjalanan..

Telah kusampaikan salam kalian sobat
telah kuhaturkan permohonan kalian
seraya tenang kuberbaring disampinNya..

Lembayung Senja 2008
Ucapan terima kasih melalui sajak ringan untuk mendiang om Siegfried Lesiasel
"Om.. Selamat Jalan"


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: 071 on August 02, 2008, 10:37:13 AM
Kok saya merinding ya om..??


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Tyas on August 05, 2008, 05:28:20 AM

Suratan Takdir Sang Pendaki

Lembayung Senja 2008
Ucapan terima kasih melalui sajak ringan untuk mendiang om Siegfried Lesiasel
"Om.. Selamat Jalan"


jago puisi juga om...
dibukuin aja om


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Ho Chi Minh on August 05, 2008, 09:21:11 AM
Mas mody berlebihan nihh.. biasa aja kok mas..
Mas 071 mungkin masuk angin kali..
W. Shakespare gappala blom nongol2 jg nihh..


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: koko on August 10, 2008, 12:46:52 AM
Kok saya merinding ya om..??

:'( Situ cuma merinding,kalau saya mah sampe menitikan air mata... :'( huks..huks...huks...teganya para perambah menghancurkan hutanku...


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: newyogyes_top on September 06, 2008, 12:53:24 PM
Kok saya merinding ya om..??

:'( Situ cuma merinding,kalau saya mah sampe menitikan air mata... :'( huks..huks...huks...teganya para perambah menghancurkan hutanku...

lebih2 para penjarah hutan yg hanya mikir dirinya sendiri yang tanpa disadari justru akan merugikan kita semua yang berakibat gundulnya hutan kita yang menjadikan banjir karena hutan kita tak mampu lagi menahan air hujan ...... iya kan ... salam jape Methe dab


Title: Re: Renungan Sebuah Perjalanan
Post by: Ho Chi Minh on September 23, 2008, 01:39:26 PM
Badai Akhir Juli 1978

Rintik terakhir di bulan Juli 1978 membuat ku terkesima
Tetes hujan pemisah antara muram dan durja
Merasakan matinya seluruh anggota tubuh
Yang terbujur kaku menunggu pilu sambil berseru..

Tepatnya 29 Juli 1978,
Pagi pagi benar pada momen terpenjara
Bagus kalo kau menyadarinya,
Jika tidak apa yang hendak kau kata..?

Mungkin kau hanya merasa bingung
Untuk apa penyeruNya terus menerus berdengung
Mengingatkan kita untuk harus termenung
Memikirkan karyaNya yang agung

Kawan dengan bebanmu di punggung
Kita lewati bersama beribu gunung
Tapi ingat jejakmu yang sedikit menyinggungku
Betapa dahsyatnya aku harus malu..
Berbuat cela di hadapan Tuhan yang satu..

Masih juga ikut terbang bersama mimpi
Masih terus menjulur lidah api
Masih kembalikah angan yang pasti..??
Menunggu engkau bersihkan diri..

Sahabat..
Kawan.. Dan Saudara sekalian
Kemana lagi aku harus melepaskan jariku yang terus ingin menari..?
Dimana lagi media untuknya berkarya kalau bukan di dunia yang sempit ini..

Salam hangat dari ibunda..
Jangan lama tak pulang rumah itu pesannya..
Ayah terserang sedikit penyakit tua,
Yang terus menyebut doa untuk kau sahabat.. kawan.. Saudaraku yang tlah lama tak kembli pulang..

Sajak ringan "Elegi 1978"
Ho Chi Minh..


Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!

Komunitas Petualang Indonesia ::

Petualangan Alam Terbuka => Mendaki Gunung => Topic started by: jenggot on February 28, 2007, 01:24:49 AM



Title: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: jenggot on February 28, 2007, 01:24:49 AM
gw lupa bulannya tapi th.1999 waktu jalan ke Raung via Sb.Weringin kami bertiga sengaja berlama-lama di perjalanan dan 1 hari sebelum sampe di batas vegetasi hari ke-5, ga sengaja air di jerigen tumpah dan Bahaya Primer datang (haus gila).hampir sehari kami ga minum dan waktu itu cuaca panas....
100 meter sebelum sampe puncak utara (3200an) di kejauhan kami liat benda hijau dan setelah didekati ternyata......... benda hijau itu adalah botol minuman dgn penuh air didalamnya.... (sambil semi mewek) kami bertiga tergeletak sambil berucap sukur... ada yang unik, ternyata dibawah botol minuman ukuran 1liter itu ada tulisannya kurang lebih gini (gw rada2 lupa) "manfaatkan air ini sebaik2nya kawan" TTD. sebuah organisasi pendaki jawa timur. singkatnya kami selamat dan sampai di bdg. beberapa waktu kemudian kami berngkat ke malang dan bertemu dengan malaikat2 itu & sampai sekarang hubungan kami lebih dari sodara.
sampai sekarang meski gw pendaki non jawa timur, tapi beribu hormat gw untuk pendaki jawatimur..... bukan subjektif dan tidak bermaksud membuat wacana primordial tapi hanya share aja ketika vandalisme menjadi trend pendaki2 kawasan tertentu, ternyata di jawa timur sana hal tersebut bukan trend lagi.

salam hormat saya untuk kawan2 pendaki jawatimuran.
gw janji 2009 gw pilih parpol yang sama dengan mereka.....hehe
gw slalu ngakak kalo kalian nyebut D**CUK, meski artinya parah tapi kocak bro....


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: Ho Chi Minh on February 28, 2007, 12:33:04 PM
Salut untuk pendaki JATIM..

Gimana yahh dengan pendaki ibukota..???
Ggot, mang klub pendaki yang lu maksud apaan??
Di Cidahu gw pernah saling tukar menukar makanan dengan pelancong asal Ja-Tim... Mereka asik-asik, trus tetap rendah hati dan terus keep friendly selama kita bareng-bareng...

Coy, maksud yu DAN**K ya... he..he...he... Temen gw jg pernah bilang tuhh,, tapi gw lupa dah artinya apaaa....!??


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: GENDON on February 28, 2007, 12:42:22 PM
Nggot, botolnya botol sprite yang gede ya ?


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: jenggot on March 01, 2007, 02:26:14 PM
wah jangan nyebut merk bro..... ;D ;D ;D tapi lu bener...




Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: Ho Chi Minh on March 01, 2007, 02:32:59 PM
Jangan-jangan lu juga pernah ngalamin ya don..
Don, label spritenya da di copot ya....??


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: jenggot on March 01, 2007, 03:06:10 PM
kok tau lu win.... gendon kan naek abis gw tuh jadi pas ditemuin dah abis airnya... eh mencak2 dia D**CUK.....

don.... coba lu kontak kawan2 tretes dsktrnya, jalur dari glenmore to 3332 meter apa masih ada anchor yang ditinggal...


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: GENDON on March 01, 2007, 03:22:39 PM
Yaaaahhhhh .... kok ilang lagi lu, nggot ....
Coba entar gue tanya deh kalo lg ke jawa.
Tapi yang asyik tu lewat Jember Timur, sekitar daerah sempolan namanya, jadi raung lewat sisi selatan.
Bandingannya 2 x medan ke argopuro lewat bremi ....


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: jenggot on March 01, 2007, 10:44:43 PM
hehehe dari jalur situ tar nemu curah malang & stag.... bete.

pernah diakalin nyebrangin curah malang & nyampe di batas vegetasi jalur kalibaru glenmore (pe stresss), tapi karena ga bawa peralatan manjat ya cuman bengong di puncak semu liatin puncak sejati 3332m...

(http://h.1asphost.com/budvie/Raung-.GIF)


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: GENDON on March 02, 2007, 01:17:10 PM
hehehehehe .....
Nyaho pisan manehna ....
Kumaha ie, tos uwih di Bandung ?


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: GENDON on March 03, 2007, 01:35:34 PM
Kalo jaman dulu rasa primordial itu kerasa banget loh Nggot, ga tau kalo sekarang ya ....
Tapi gue dari dulu ga peduli ma yang gitu-gituan ....
Bagi gue, Barat Tengah Timur sama aja, semua adalah saudara, sesuai dengan kode etik kepecintalaman no 7 kalo ga salah bunyinya Sesama Pecinta Alam Adalah Saudara (no 7 doang yg gue apal soalnye ....)


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: GENDON on March 10, 2007, 11:31:42 PM
Nggot, temen gue mau inventarisasi data tentang gunung lamongan lumajang yang berkenaan dengan hulu sebuah sungai, punya data teknis gunung itu ga ?


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: jenggot on March 12, 2007, 08:46:37 AM
LAMONGAN, Jawa Timur
Lokasi : Koordinat/ Geografi : 7o 59’ LS dan 113o 20,5’ BT dengan nama kota Lumajang, kota terdekat Probolinggo.

Ketinggian : 1671 m. dml (di atas muka laut)
Tipe Gunungapi : Strato
Pos Pengamatan : Terletak pada terletak di Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang.
Nama Kawah : Lamongan

Cara pencapaian : Dari PGA G. meja melewati Ranu Klakah Desa Papringan dekat G. Kene Puncak, dapat dilakukan dengan kendaraan roda empat sampai G. Anyer, selanjutnya berjalan kaki menuju puncak, kurang lebih 5 jam.

Demografi : Terdiri dari empat Kecamatan dan 17 Desa yang jumlah Penduduknya 39.668 jiwa (1992 )
Inventarisasi Sumberdaya Gunungapi : Sumber air panas segaran dan sumber air panas Tiris /Betok.

Sumber air panas Segaran
Ditemukan di desa : Segaran Temperatur kenampakan 46o C, suhu udara 22o – 24o C, pH (6), mengandung H2S, rasa air tawar, warna air : bersih, ada oksida besi, luas kenampakan : 6x6 = 36 m2 Berasosiasi dengan batuan Tupa dan basalt,desir air = 5 – 10 l / detik

Sumber air panas Tiris / Betok
Ditemukan di Desa : Segaran, Temperatur kenampakan 42o C, suhu udara 22o – 24o C, pH (6,5) mendekati normal, sedikit mengandung H2S, rasa air tawar , warna air : bersih/bening, sedikit oksidasi besi, luas kenampakan 2X3 = 6 m2 , berasosiasi dengan batuan tupa dan andesit, desit air = 1 – 2 l / detik. Sumberdaya gunungapi lainnya termasuk sumberdaya mineral, energi, tata guna lahan, vegetasi belum ada data laporannya

Wisata
Di gunungapi Lamongan daerah objek wisata yang sedang dalam pengembangan yaitu Danau Segaran/Ranu Segaran, lokasi di Desa Segaran, tidak jauh dengan lokasi sumber air panas Segaran dan Tiris. Ranu-ranu lainnya yang juga akan dikembangkan sebagai daerah obyek wisata ialah Ranu Bedali, Ranu Pakis, Ranu Agung.

SEJARAH LETUSAN
--------------------------------------------------------------------------------
1806 : mengeluarkan asap tebal,
1809 : letusan normal,
1817 : letusan normal,
1822 : letusan pada kawah,
1829 : letusan normal dan terjadi aliran lava,
1830 : letusan normal dan terjadi letusan lava,
1838 : letusan normal,
1841 : letusan normal,
1842 : letusan normal,
1844 : letusan normal,
1847 : letusan normal, letusan parasiter dan alran lava,
1849 : letusan normal dan letusan parasiter dan aliran lava,
1856 : letusan normal,
1859 : letusan normal, dan jatuh hujan abu di Proboliggo sampai dengan Pamekasan,
1861 : letusan normal,
1864 : terjadi letusan abu disekitar lereng G. Lamongan,
1869 : kegiatan meningkat dan terjadi aliran lava,
1870 : letusan selama 3 jam dan terjadi hujan abu,
1871 : terjadi hujan abu,
1872 : terjadi hujan abu,
1874 : letusan normal,
1877 : terjadi hujan abu,
1883 : letusan parasiter dan aliran lava,
1884 : letusan normal,
1887 : letusan normal,
1888 : hujan abu ringan,
1890 : terjadi letusan,
1890 : letusan normal,
1891 – 1896 : letusan abu dan pasir, penyebaran sampai Probolinggo- Besuki- Wlingi- Surabaya,
1896- 1898 : letusan dahsyat

Karakter letusan
G. Lamongan yang termasuk tipe A, mempunyai karakter letusan sangat unik yaitu :
1. Jika terjadi kegiatan maka pusat kegiatannya selalu disamping kawah utama yang berada di puncak
2. Selain itu, dikelilingi oleh tidak kurang dari 60 pusat erupsi parasitik yang terdiri dari kerucut vulkanik dan maar

Periode letusan
Dari awal sampai tahun akhir, periode letusan variatif : (dari tahun 1799 s/d 1898) : 7 tahun, 2, 9, 5, 2, 2, 3, 1, 8, 3, 1, 2, 3, 2, 7, 5, 3, 5, 1, 1, 1, 3, 3, 6, 1, 2, 1, 1, 1, 1, 1, 2, 3, 2 tahun (1898).

Peta Geologi
Penyebaran satuan batuan produk G. Lamongan dari tua ke muda sbb,
Endapan Piroklastik Pandan (PDP) ; terdiri dari piroklastik, pasir lapilli sampai bom skoria
Lava Lamongan Tua (Llt) ; lava basalt olivin
Lava Letusan Samping Tua Lamongan (Llst) tua basalt olivin
Lava Muda Lamongan (Llm); lava basalt olivin
Endapan piroklastik Geni (GP); terdiri dari piroklastika lepas, skoria, basaltik
Lava Parang (Pl) ; lava basalt piroksima
Endapan Piroklastik Lamongan (Lp); terdiri dari bahan piroklastika yang tersusun oleh andesit basaltik terubah dan basalt skoria, lepas sampai tergabung lemah
Lava Letusan Samping Muda G. Lamongan (Llsm) ; jenis batuan basalt, olivin dan piroksin dalam masa dasar kaca gunungapi dan mikrokistalin
Endapan Lahar Muda (Elm) ; endapan lahar tergabung lemah sampai kuat, terdiri dari bongkah lava basalt, masa dasar pasir lanau tufaan

GEOFISIKA
--------------------------------------------------------------------------------
Gaya Berat
Pengukuran gaya berat G. Lamongan, yang dilakukan yaitu di daearah yang mengalami retakan yaitu di Kp. Curahbuntu dan Kp. Cipto – desa Sumber Petung. Dari hasil pengukuran yang dilakukan di daerah ini ada 12 buah dibuat permanen dari bahan campuran batu dan semen dengan maksud sebagai titik ukur acuan bagi survei gravitasi selanjutnya. Dari hasil pengukuran topografi di dapat sebagai berikut :

Dari hasil pengukuran topografi didapat sebagai berikut
Stasiun Bujur Lintang Ketinggian
BM.1 113o 17’ 56.80” BT 07o 58’18.20” LS 423.381 m
BM.2 113o 17’ 31.60” BT 07o 58’13.20” LS 372.847 m
BM.3 113o 17’ 10.90” BT 07o 58’ 09.10” LS 346.858 m
BM.4 113o 16’ 55.10” BT 07o 58’ 06.60” LS
328.905 m
BM.5 113o 16’ 34.20” BT 07o 58’ 03.00” LS 307.902 m
BM.6 113o 16’ 19.40” BT 07o 58’ 00.40” LS 291.951 m
BM.7 113o 16’ 03.40” BT 07o 57’ 57.50” LS 282.998 m
BM.8 113o 15’ 47.40” BT 07o 57’ 54.40” LS 268.933 m
BM.9 113o 16’ 40.60” BT 07o 58’ 44.80” LS 300.785 m
BM.10 113o 16’ 33.60” BT 07o 58’ 26.30” LS 301.176 m
BM.11 113o 16’ 36.80” BT 07o 57’ 38.80” LS 319.232 m
BM.12 113o 16’ 40.60” BT 07o 57’ 30.10” LS 339.764 m

Data gravitasi (gaya berat) setelah dilakukan koreksi : (dalam m.gal)
BM.1 = 218.100 BM.5 = 217.850 BM.9 = 219.580
BM.2 = 217.635 BM.6 = 218.320 BM.10 = 218.981
BM.3 = 217.775 BM.7 = 218.641 BM.11 = 217.249
BM.4 = 217.273 BM.8 = 218.577 BM.12 = 216.910

Seismik
Pemantauan G. Lamongan difokuskan hanya seismiknya saja yang dipasang di G. Meja Klakah dan sudah dilengkapi dengan satu unit sistem telemetri. Seismik G. Lamongan didominasi oleh gempa tektonik khususnya gempa tektonik dalam.

Geomagnet
Oktober 1985, tercatat gempa tektonik yang berkembang pada swarm-sahpe like disebabkan inhabitant got panil. Sekarang G. Lamongan menunjukan aktif normal

Deformasi
Deformasi G.Lamongan dari bulan Mei 1988 – Juli 1988 untuk setiap titik ukur adalah sebagai berikut :
1 St. Duren, M 4,77 untuk radius = N 0,2o E
2 St. Samdu petang 1 untuk radius = N 88, 92o E
3 St. G.Anyar. M 16,55 untuk radius = S. 28,42o E
4 St. Ranu lading M 37, 53 untuk radius = N. 10,92o E
5 St. Ranu Wunung M 37,53 untuk radius = N. 34,55o E

Perubahan harga deformasi disini dipengaruhi oleh adanya gangguan lokal. Berdasarkan pengecilan angka – angka dari harga perubahan deformasi, diduga desakan magma dari dalam bumi kecil/menurun, jika dibandingkan dengan penyaluran-penyaluran sebelumnya.

GEOKIMIA
--------------------------------------------------------------------------------
Jenis Batuan
Beberapa contoh hasil analisa kimia batuan G. Lamongan dan sekitarnya, di antaranya yaitu :
- Basalt Piroksin dari lava puncak G. Lamongan
- Basalt Piroksin Olivin G. Anyar
- Basalt Piroksin Olivin G. Kenek
- Basalt Piroksin Olivin G. Kendeng
- Basalt G. Melawang
- Picro Basalt G. Geni
- Basalt G. Geni

MITIGASI BENCANA GUNUNGAPI
--------------------------------------------------------------------------------
Sistem Pemantauan
Dilakukan di Pos PGA, Kec. Klakah-Lumajang dengan menggunakan seismograf satu komponen bersistem RTS, sedangkan seismometernya ditempatkan di G. Anyar pada daerah aliran lava termuda dari letusan samping G. Lamongan
Dapat merekam gempa tektonik jauh dan tektonik lokal disamping merekam gempa vulkanik
Pengamatan lainnya secara visual dilakukan pengukuran suhu puncak/fumarola/solftara dan pengukuran sifat keasaman secara berkala (1 bulan sekali atau 3 bulan sekali)

Peta Kawasan Rawan Bencana
KRB II, berada di sekitar batasan kampung ; Alun-alun, Anter, Papringan, Ranulading, Kali Banter, Puncak Lamongan (Pengaruh kuat dan sedang).

Material ; aliran lava, lontaran batu (pijar), hujan abu lebat dan kemungkinan dapat terkena aliran lahar
KRB II yang diberada di sebelah Timur Lamongan, material jatuhannya dapat berupa lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat
KRB I, berada di sekitar lereng dan kaki G. Lamongan (pengaruh lontaran sedang dan rendah), material : aliran lahar dan perluasan aliran lava

Peta Zona Resiko
Aliran lava yang berpengaruh kuat, dari puncak lamongan diperkirakan aliran terhenti di daerah G. Anyar dan Ranu Kambang (sebelah baratdaya puncak Lamongan).
Aliran lava yang berpengaruh sedang, menyebar di sekitar perkampungan ; Alun-alun, Gunturan, Anter, Papringan, G. Kenek, Ranulading, Kalibanter, sebagian lagi menyebar disekitar puncak Lamongan
Aliran lahar yang berpengaruh rendah, menyebar di sekitar perkampungan ; Alun-alun sumber petung, Ranu Pakis, Sumber Wringin, Salak Tengah, Laroyan, Pakisan, Tegalsari, Tiris, Ranu Gedang, Bedian dan Jambuan
Lontaran / jatuhan piroklastika yang berpengaruh kuat, menyebar di bagian TImur puncak Lamongan
Lontaran / jatuhan piroklastika yang berpengaruh sedang dan rendah, pada umumnya berada di kaki dan lereng G. Lamongan.

Husein. S. H., Dalam laporan hasil penyelidikan gaya berat sektor barat daerah Curah Buntu G. Lamongan, 1988
Laurentius Djoharman, Komar Restikajaya., Dalam laporan hasil pengukuran deformasi sekitar G. Tangkubanparahu dan G. Lamongan antara Desember 1987 – Juli 1988
Syarifudin, M.Z., Yan Saut H. S., Dalam petrokimia batuan gunungapi Lamongan dan sekitarnya-Lumajang-Jawa Timur, 1989
S.Bronto dkk., Dalam Peta Geologi G. Lamongan-Lumajang-Jawa Timur
Tjetjep Setiawan., Dalam penafsiran temperatur reservoir panasbumi G. Lamongan, Kec. Tiris-Kab. Probolinggo-Jawa Timur, berdasarkan metoda geothermometer kuantitatif, 1988
W. Irawan, dkk., Dalam Peta kawasan rawan bencana., 2000
Zainudin, dkk., Dalam pengamatan visual dan seismik G. Lamongan-Jawa Timur, Juli 1997


Compiler : Tjetjep Setiawan
Editor : Mas Atje Purbawinata, Asnawir Nasution



Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: ade on March 12, 2007, 09:39:45 AM
..kayaknya,,malaikat itu gw..deh.. ;) :D ;D


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: jenggot on March 13, 2007, 12:25:27 AM
malaikat kan bkn newbie....
(http://www.egogahan.com/images/Links-Webrings/ab-angel.jpg)


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: tol on March 13, 2007, 01:42:54 AM
klo gro gw aja dach...
btw ada camilan dr samrinda yg enak lo buat di bawa mendaki...
makanan lapis debu..kan samarinda banyak banget debunya hehehe... ;D


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: ade on March 13, 2007, 08:11:29 AM
..Malaikat ada kok yg newbie...Kan malaikat yg baru jadi malaikat..Weeeee


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: GENDON on March 13, 2007, 11:54:14 AM
Thanks Nggot ....


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: Ho Chi Minh on April 04, 2007, 04:02:58 PM
wah.. da lama nihh kaga denger kabarNya maleikat newbie kita..


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: GENDON on April 06, 2007, 09:26:25 AM
Tetap Mengenai G. Lamongan, Nggot ...
Gue ma temen masih belum ketemu titik koordinat sumber / mata air dari aliran sungai yang mengarah ke utara ...
Bisa bantu ?


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: jenggot on April 06, 2007, 10:09:36 AM
kalo ga salah don.... sungai pekalen yang dari gunung lamongan itu yg lu lagi cari titik kordinatnya ??

apa ga coba perluas area maping nya ke arah gunung argopuro, coz gw juga ga yakin sungai pekalen tuh sumber nya dari gunung lamongan or argopuro ??

gw cari peta gratis juga susah, kalopun beli peta digital 1 propinsi all grid & all layer harganya kyk "SETAN" US$11,000 mahalan peta daripada rumah gw.....


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: GENDON on April 09, 2007, 03:56:05 PM
Yup ....
Kita mau rehab n konserv tu sumber ...
Thanks ...


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: djoko on April 10, 2007, 02:47:46 PM
Agak susah untuk menyatakan mata air/sumber sungai Pekalen itu dari G. Argopuro atau G. Lamongan karena kedua gunung tsb. sama-sama memberi andil. Ada banyak cabang sungai kecil yg berasal dari kedua gunung tsb. yang mengalir dan akhirnya bergabung jadi sungai pekalen.

Tapi kalau kita tanya penduduk lokal, kayaknya mereka lebih sering ( atau lebih senang ) menyebut G. Lamongan yang jadi tempat mata air pekalen, entah dasar mereka apa. Barangkali mereka sudah pernah mengalami masa kemarau terpanjang/ terparah dimana anak-anak sungai satu demi satu "mengecil" alirannya ( bahkan mungkin mati alias kering ), nah aliran yang paling akhir matinya itulah mungkin yang akhirnya dianggap dari "sumber yang paling sumber" dari pekalen.

Satu contoh , ada 2 pertemuan aliran yang agak penting / besar.

Yang pertama ada di kordinat sekitar S 07/55/16.00 dan E 113/35/37.00 dimana 2 aliran bertemu dan bergabung pada elevasi yg cukup tinggi ( oadahal dibagian yang lebih "atas" lagi juga ada titik-titik penggabungan lagi yg lebih kecil ).

Nah, dibawah yang pertama ini , pada elevasi yg lebih rendah ( pada sekitar S 07/53/10.68 dan E 113/35/24.36 ) ada "perkawinan" aliran sungai lagi.

Jadi menurut saya Pekalen punya banyak sumber. Cuman yang mana yang betul-betul "nggak ada matinye", saya nggak tahu.

Tolong koreksi lagi mungkin info saya kurang akurat.

Saya belum pernah ngerasain rafting malam di Pekalen ( ada event rafting dibulan purnama yg diselenggarakan oleh provider arung jeram ).

( Mungkin akan lebih heboh kalau kita berani nyoba rafting waktu sungai betul-betul lagi kering kerontang ya ).

Djoko Haryono


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: yanweka on April 10, 2007, 11:06:35 PM
..Malaikat ada kok yg newbie...Kan malaikat yg baru jadi malaikat..Weeeee

Iye dech malaikat newbie....
kumaha...deee

ngumpet kemana atuh ini malaikat ;)


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: Ho Chi Minh on April 11, 2007, 01:07:15 PM
Ya kalo gak kuliah, kerja, ma nemenin emak kondangan dehh..!!
;D :D :D ;D :D

Pa kabar nih mody nan modis kita satu ini.. Bang yanweka..!!


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: ade on April 12, 2007, 07:37:18 AM
..lagi pusing mikirin BAB 3...revisi melulu..Tobaaatt :-\ :-\


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: Ho Chi Minh on April 12, 2007, 12:55:16 PM
Ngapain pusing mikirin BAB E de..
Urusan BAB E biar EMAK aja yang urus ma si atun..
Mending jalan2 aje yukk.. ajakin ane ke LN dongg...
Belum pernah nihh..!!


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: jenggot on April 13, 2007, 01:17:10 AM
tu die don..... koordinatnya valid dari om joko...
gimana dah lu convert blum?

agree with om joko............
menurut gw mending tmn lu kekeh aja S.Pekalen dari Lamongan... gw baru nggoggle earth & gw prefer lamongan kalo urusan sumber alur sungai, meski debit&deposit air kalah byk dari argopuro,tapi aliran air argopuro kan ada jg yg berhilir di pantai selatan.... (inget banjir besar jember tahun kemaren?)

Pekalen nih kaya S.missisipi stlh ketemu di St.Louis jadi Missisipi-Missouri. nah kalo Pekalen ga tau deh "pertelon" nya dimana ?

sumpah blas nyong ora ngerti nangendi ndase pekalen...
blabar blas ora ngerti ndon..... ampun2.



Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: ade on April 13, 2007, 07:54:26 AM
Ngapain pusing mikirin BAB E de..
Urusan BAB E biar EMAK aja yang urus ma si atun..
Mending jalan2 aje yukk.. ajakin ane ke LN dongg...
Belum pernah nihh..!!


..win...kesenjangan sosial gak bagus... :-X :-X
Lagian tinggal berangkat aja,kok...


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: djoko on April 13, 2007, 09:35:48 AM
Wah baca tentang segitiga Mmiissiissiippii ( daripada gua bingung yg harus dobel s pertama atau s kedua atau p nya , tulis aja dobel semua ) ati jadi adem, soalnya ngebayangin Delta Mississipi -salah nggak ejaannya?- yang terbayang adalah lingkungan indah dan subur.

Mereka yg udah agak berumur , mungkin masih ingat lagu "Mississippi Delta" (ngejanya lain lagi ).

Tapi coba bayangin "Delta"nya Indonesia, pasti kesannya lain dan badan malah linu linu dan kepala puyeng.

Bicara area sekitar Delta Porong ( Delta Brantas ) yang kebayang bukan hutan hijau dan sungai lebar yg alami, tapi bubur lumpur.

Lalu coba bahas delta yg lain ( Deltras ) , yang kebayang juga bonekism. Yang ini juga sering menghabiskan Paramex.


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: Ho Chi Minh on April 13, 2007, 10:06:24 AM
Soal ejaan gak penting ki..
yang penting maksudnya..

ada lagi ki delta yg buat adem..
Delta F.M 99.10 Mhz..


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: djoko on April 13, 2007, 10:18:16 AM
Anda jenius. Delta FM memang bikin adem.
Kalau Susi Deltawati malah bikin panas adem.


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: dZIEL on April 13, 2007, 10:27:25 AM
ki dJoko and mbah Ewin... he.e nyambung diki ah..
jadi begitu cerita dan prosesnya dari Delta yang sejuk adem permai bisa jadi ke delta Panas Adem...oo gitu ya... ;D ;D :P


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: Ho Chi Minh on April 13, 2007, 10:29:36 AM
wakakkaakk..
ZiEl, jangan terlalu polos2 amat..
gak bagus kata nyak,,,,


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: dZIEL on April 13, 2007, 10:40:26 AM
yang adem bagus !
yang panas adem,... ya si susi tadi.
kalo panas adem Meriang???...

kayanya musti minum obat,Istirahat dah...


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: Ho Chi Minh on April 13, 2007, 10:42:17 AM
waudahh dahh..
Istirahat yang banyak gihh..
simpen tenaga buat makan..
heehehehehhee..
;D ;D ;D ;D ;D ;D


Ge, ZIeL, Ki, ma tmn guest..
saya Off dulu ya..!!

Thanks
brigade071


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: photen on April 13, 2007, 04:19:57 PM
yang adem bagus !
yang panas adem,... ya si susi tadi.
kalo panas adem Meriang???...

kayanya musti minum obat,Istirahat dah...


ah Lo DziEL...bisa aja...


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: dZIEL on April 13, 2007, 04:37:54 PM
ya bisa lahh, om pHoten.!
secara dari pagi tadi badan gw terasa laen.
jadi juga kali neh masuk angin.... :-\ :-\


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: photen on April 13, 2007, 04:47:56 PM
waduh...angin Tuch jangan dimasukin kebadan dwonkzzz om DziEL...angin Tuch cukup diRasakan saja...heheheh....pEacE....


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: dZIEL on April 13, 2007, 04:58:39 PM
bos die masuk sendiri tuchhh....
mang ni angin 'Culangung (Kata orang sunda mah...)
...'orang Pinter minum T*L*K ANgI*,
sayangnya gw ga pinter pinter amat...
ya nyari yang Nge Rock in...
aa ada yang berminat????


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: GENDON on May 10, 2007, 02:30:30 PM
To Jenggot :
Moso ra ngerti tenan kowe, cah ndi to we ? Opo cah ndase ... hihihihi ...

To Om Joko :
Om, coba rafting malam di Sungai Sudirman (bawah jembatan Semanggi), pasti heboh tu Om ...


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: djoko on May 10, 2007, 03:03:58 PM
....tul ...... setuju !
Beberapa tahun terakhir jalanan Ibukota sudah bisa dipakai untuk rafting karena Jakarta ternyata memiliki potensi banjir yang sebetulnya cukup besar namun belum ada investor yang memanfaatkannya. Tapi menurut saya kalau cuman untuk rafting terlalu nanggung. Kenapa nggak dikembangkan idenya menjadi wisata bahari ? ( buka route naik Kambuna dari Sudirman lalu ke Priok atau Cilincing lewat kota, tapi sampai Priok, kapalnya kalau sandar jangan terlalu ke Utara. Bisa-bisa kecebur laut beneran bro ! ).


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: GENDON on May 10, 2007, 03:06:57 PM
hahahahaha .....
Om Joko bisa aja ....
hahahaha .....
Om, pernah tau Satelite Phone Motorolla Irridium ga ?
belajar pakenya susah pa nggak ya ?
Thanks Om ..


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: djoko on May 11, 2007, 10:00:32 AM
Telepon Satellite Motorola Irridium ?

Wah ini pertanyaan berat. Mestinya kalau masalah "mainan-mainan" high end gitu jangan tanya saya dong. Sampai kapanpun saya nggak akan punya kesempatan pakai mainannya orang kaya seperti itu, apalagi untuk memiliki sendiri.

Tapi saya support kalau anda ( atau teman-teman ) ada yang berencana pakai itu. Paling tidak nantinya saya bisa nimbrung belajar pakai atau pinjam gitu loch !!

Yang anda maksud Motorola Irridium 9505 ?
Saya belum pernah pakai, tapi saya yakin bahwa pakai telepon satelit justru akan lebih mudah dibanding dengan pakai cellphone ( kalaupun ada satu dua cara pengoperasian yang baru bagi kita misalnya, itu pasti cepat kita pahami ).

Pakai cellphone/seluler pati lebih sulit, kadang perlu "cari signal", apalagi untuk berpetualang, kalau perlu cari dan naik bukit dulu baru dapat signal.

Kalau telepon satelit khan dimanapaun kita berada dimuka bumi ini ( bahkan dikutubpun ) hampir pasti dapat signal. Dilaut, digunung, dipadang pasir bahkan dipulau yang kosong nggak ada penghuninya, nggak ada BTS atau tower apapun, signal tetap hadir.

Kalau nggak salah ada sekitar 4 provider besar jaringan telepon satellite 9 Inmarsat - Thuraya - Irridium dan Globalstar ). Irridium punya kantor pusat operasi di Leesburg, Virginia. USA. Satellitenya 66 bh plus 14 cadangan , dibagi / diorbitkan dalam 6 lingkaran orbit polar ( mengorbit "dari kutub ke kutub" ) pada ketinggian 780 km dari bumi. Periodnya 100 menit ( setiap 100 menit akan membentuk 1 lingkaran orbit ( period sebuah satellite sangat dipengaruhi/tergantung dari ketinggian orbitnya ). Kecepatan orbitnya 16.832 mil/jam.

Sekali lagi saya belum pernah pakai, tapi saya yakin bahwa makainya nggak ( akan ) sulit. Bagi saya yang pasti lebih sulit adalah "beli"nya dan "bayar"nya.


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: GENDON on June 12, 2007, 02:02:02 PM
To Om Djoko :

Pa kabar Om ....
Bener, yg saya maksud Irridium 9505, ada yang nawarin dg harga terjangkau, tapi aku bingung perhitungan pulsanya bagaimana ?
Kalo dulu aku pernah pakai Erricson R190, pakai provider BYRU, waktu di pedalaman kalimantan, bener-bener tuh Om, bisa beli ga bisa bayar .... Mahal abiiiiissss ....


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: djoko on June 12, 2007, 03:22:27 PM
Kabar baik NDON !!

Aku tadi baca postinganmu. Mami sakit ya ? Apa sekarang udah kembali kerumah ? Semoga cepat sembuh dan kumpul ama keluarga lagi dan semoga tidak sakit-sakit lagi.

Tentang BYRU, ya kalau nggak salah itu khan telepon satelit pertama yang beredar di Indonesia.

Kalau aku sih terus terang nggak mampu punya telepon satelit ( sengaja nunggu pinjaman kalau anda udah punya baru dan udah mulai bosan he 3X ).

Sayang kita tinggal didekat katulistiwa ya, jadi nggak pernah punya kesempatan untuk mengenal alat komunikasi/telepon meteor scatter. Itu cuman effisien bagi mereka yang tinggal dibelahan bumi yang dekat kutub. Disekitar kutub , selain orang bisa sering menyaksikan fenomena ( sinar ) Corona, juga banyak sekali "hujan" ( lalu lintas ) meteor yang berseliweran, nah itulah yang dimanfaatkan untuk melakukan komunikasi radio , baik telepon/komunikasi suara maupun data.

Seperti kita ketahui ekor meteor meninggalkan lintasan cahaya dan lewatnya setiap meteor itu meng-ionisasi- udara yang dilaluinya. Propagasi inilah yang oleh teknologi manusia dimanfaatkan sebagai "jembatan" komunikasi radio. Memang transmisinya dikirimkan dalam format paket-paket ( grup grup ) yang memiliki durasi antar tiap paket, tapi karena meteornya cukup banyak susul menyusul dan teknologi packetingnya juga udah semakin modern aja, jadilah sistem komunikasi yang effisien.

kalau soal telp.satelit aku buta deh ( kalau komunikasi dengan space shuttle/pes. ulang alik atau satelit dgn radio amatir, ngerti dikit karena aku pernah coba hunting STS9 / Columbia yang waktu itu salah satu astronoutnya ( spesialis muatan Owen Garriot / callsign W5LFL kebetulan memang seorang ham/radio amatir. Banyak sekali astronout yang ham ). tapi itu udah jaman "baheula" duluuu sekali.

Posisi ada dimana ?

Saya punya satu pertanyaan NDON. Kok banyak istilah ngelenong dipergunakan teman2. Apa maksudnya bener2 kumpul2 main lenong atau artinya lain. Kalau bener2 main Lenong untuk melestarikan Budaya, salut juga, meski saya heran juga lihat antusiasme itu. Sama herannya lihat teman-teman lama saya yang dulu mudanya nge"rock" ( undergroud ) termasuk beberapa sahabat yg dulu rumahnya persis disebelah rumah saya di Malang, tempat dulu anak2 Jaguar latihan Band ( ingat penyanyi bulenya Mickey yg suka atraksi minum darah kelinci , bareng Ucok AKA yang pakai peti mati ? ), lho kok sekarang pada bikin kumpulan main Ketoprak di jakarta. Sebagian lagi main Campursari.

Aneh khan ? dari Rock kok ke Campursari ? Ketoprak. Kan kedua wilayah itu beda banget.

Nuwun Gusti.....Yeah !!

dh



Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: GENDON on June 12, 2007, 03:42:54 PM
Ya Om, mami sakit sekarang masih di RS Sanglah Bali, kecapean, kemarin waktu jalan-jalan kaki ke Garuda Wisnu Kencana terlalu bersemangat,kondisi ud membaik, thanks untuk dukungan morilnya ...
Ngelenong itu maksudnya ngelawak atau guyonan di forum ...
Posisi ayas nang Ilab, Om ..


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: driwala_1 on June 12, 2007, 05:17:13 PM
Salam Lestari !
Salam hormat juga dari Pendaki Jawa Timur...

Sebenarnya terlalu melebih2kan deh....coz hal tersebut udah biasa banget
dan udah membudaya di adat leluhur kita kan....en di KEPAI juga ada,
justru kita pengen banyak belajar dari semua saudara2 di seluruh daerah
Indonesia...terutama Jawa Barat khususnya Bandung coz Barometer PA di Indonesia tercinta ini setau saya sih Bandung....
en sekalian Request neh kalo ada yg tau kemana nyarinya PETA TOPOGRAFI Produk AMS maupun BAKOSURTANAL yg edisi terbaru Daerah MOJOKERTO
Mohon Banget neh INFORMASINYA.....makaciiiiih

Salam Lestari.....



Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: jenggot on June 12, 2007, 08:45:13 PM
Dirkrtrat Geologi Bandung
di Ruangan kartografi pintu ketiga gedung utama sebelah kanan dari pos satpam
jl diponegoro sebrang gedung sate.

or kalo kejauhan coba di Bako Cibinong.


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: dZIEL on June 13, 2007, 04:22:49 PM
bukan bako buat ngeroko ye...
,Bakosurtanal kan Om...
Jl. Raya Jakarta - Bogor Km.46
CIBINONG 16911, Indonesia
Phone: +62 - 21 - 8752062
Fax: +62 - 21 - 8753067
(kurang lebih dah tuh...)
kalo ada yang mo kesana, ... nitibbbbb...
die buka jam kerja doank, gw juga kan kerja...
;D :o :o


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: jenggot on June 14, 2007, 02:58:28 PM
agree with dziel....
tapi rasanya kalo pendaki cari peta Bako di cibinong gw ga yakin dikasih...
paling2 peta AMS 1940-1960an yg bebas dijual....



Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: O^dhol on October 04, 2007, 02:43:14 AM
:D :D
SALAM LESTARI...
salam kenal semua bro... aku baru neh masuk ke forum ini :)...
melihat topik tread di atas.... no comment bro... soalnya kebiasanku naek keraung emang gitu (g tau kl yg dari daerah laen) biasanya kita emang sengaja "menyisihkan" sebotol air atau lebih buat disimpen ditiap pondok istirahat (pondok sumur-peak).. jadi itu air buat persediaan waktu turun dengan asumsi air (selain yg simpen)yg kita bawa sudah mencukupi buat selama perjalan PP puncak.buat jaga-jaga ajah...
btw.. kapan neh maen kejawa lagi (Ibukota juga pulau jawa kan?) ;D.. kl keraung ato ke semeru jangan sungkan-sungkan mampir bro... domisili kita ada di jember ko..(pasti tau lah?) mampir aja keskret kita di fakultas satra universitas jember (SWAPENKA )...
apalagi yah... udah dl dech.. nuggu replynya dulu aza :D
oh iya kl yg kata D**cuk / J**ncok itu biasanya....... ntar aza deh kl mampir kesini lagi pasti tau.. dan yg pasti bakal sering denger.. ;D ;D ;D ;D ;D


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: GENDON on October 04, 2007, 11:45:43 AM
Salam kenal juga buat Odhol, Saya Gendon dari Bali ...
Swapenka itu kalo gak salah ada di jalan jawa, deket BKSDA IV ya ?
Di sana itu (swapenka, red) ada camp yang namanya ALCAPONE, masih ada camp jahiliyah itu ?
Apa sekretnya masih berpunggungan dengan MAHAPALA dan MAHAPENA Fak Ekonomi ?
Lokasi pendidikan masih di Taman Nasional Bali Barat ?
Kalo masih semua, salam buat Bibin, Pras,dkk ( sorry ud banyak yang lupa namanya) ...


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: jenggot on October 06, 2007, 03:12:08 PM
summer 2008 deh gw coba buat ke raung or merapi ijen....
btw guide gw bro.... ke merapi nya

duh jadi kangen ma langit jawa timur lagi....
salam hormat saudaraku...


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: Andik on October 06, 2007, 09:13:37 PM
Oooohhhh...Argopuro....kapan kau akan menyesatkan aku lagi di pertigaan rengganis-argopuro...???


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: O^dhol on October 18, 2007, 04:29:08 AM
wah.. benerbanget dah pokoknya... ko kenal?mereka sesepuh-sesepuh ku..pernah kesni (swapenka:red)kah?ato ke ALCAPONE itu.itu dah jaman jahiliyah banget sekarg udah ganti ALCATRESS tap msih ttp buat kostn gt tp dah g jahiliyah lage... :-X kalo berpunggungan masih teteplah..DIKLATNYA udah g di situ lagi sejak sekitar taon 1999< pindah ke TNMB (taman nasional meru betiri).ntar deh kl ketemu aku salamin (dr ms gendon ya:red)ma mereka.. soalnya udah pada kembali ke tempat masing-masing


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: Andik on October 18, 2007, 11:33:59 AM
summer 2008 deh gw coba buat ke raung or merapi ijen....
btw guide gw bro.... ke merapi nya

duh jadi kangen ma langit jawa timur lagi....
salam hormat saudaraku...

BOleh juga tuh, preparenya yang mateng doong...siapa tau banyak peminatnya.


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: GENDON on December 01, 2007, 12:17:01 AM
Nggot, tuh ada temen kita si Odol yang mungkin bisa guide lu ke Merapi Ijen, kalo gue ga bisa kayaknya, gue bantu doa aja dah ...

Buat Odol :
Aku dulu sering ke Jember, karena aku pernah ikut MBSC tahun 1992, dan terakhir PKK di Curah Nongko - Bande Alit tahun 1994, salam ya buat semua ....


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: positiveyouth on December 04, 2007, 12:38:05 PM
mas jenggot.... emang pilihan partai mereka apaan?... kali aja aspiratif ma anak pncinta alam.... sorry nih tamu baru.... ;D


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: jenggot on December 09, 2007, 12:36:44 PM
contact number nya don? maret 08 ksono skalian revance kawan gw yng gagal hunting PT-Sondaica & siwil di suramade dsktrnya.

"don gw lagi finalizing dub & animasi project, gw butuh orang independen yang ngerti merapi (yogya) non PVMBG,IAGI,BPPTK&UPN. gw lg ribet bkn alur nih ??? ??? ada dualisme teori di smua source gw.....
om joko ga nongol2 lagi biasanye dia rada cpt cari link indie.

ato kawan2 yg lain kali aja ada yg tau kejadian katastropik abad 9-11 (pralaya) mataram? berkaitan dengan eksistensi letusan extra plinian gunung merapi.

NB: kalo ada yg punya bokap sodara or mertua orang PVMBG or BPPTK
gw minta tolong spy bisa akses ke buku GSG-R edisi khusus merapi & Geologi of Indonesia van bemmelen (1949).
thx a lot all......


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: GENDON on December 27, 2007, 10:48:01 PM
Entar gue SMS aja deh ke lu untuk contact no nya, tapi bukan Odol ya, kalo odhol, tanya aja ndiri ma orangnya.



Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: O^dhol on February 07, 2008, 01:32:14 AM
Buat Odol :
Aku dulu sering ke Jember, karena aku pernah ikut MBSC tahun 1992, dan terakhir PKK di Curah Nongko - Bande Alit tahun 1994, salam ya buat semua ....

- ouw sampeyan MBSC 1992 toh... saiki ko wes g ono yo :'( --sayang ..oyi mbah gendon di salam disampaikan... ;D


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: GENDON on February 07, 2008, 04:15:25 PM
yo, aku mbsc tahun segitu, salam buat temen-temen di Jember, tolong di bantu, temen-temen dari jakarta n bandung mau trans meru betiri ...


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: KluxKluxKlan on February 14, 2008, 12:52:58 PM
gw pernah punya pengalaman yang sama, mendapatkan air beserta makanan di saat2 yang benar2 genting...
hidup di alam mengajarkan kita untuk saling menolong antara sesama karena dengan begitu alam juga akan menolong dan bersahabat dengan kita.


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: GENDON on February 22, 2008, 10:07:32 PM
S7


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: gimbal alas indonesia on March 03, 2008, 10:23:39 PM
Bang Jenggot, salam kenal sebelumnya, ngomong-ngomong, bang Jenggot dari mana ya ?
Kalo dari DKI - Jabar,kita yang di Jawa Timur jadi enggak enak di bilang "malaikat".
Sebab, aku juga pernah ketemu "malaikat" dari DKI - Jabar, waktu aku latihan terbang di puncak.
Buat aku sekarang, bagaimana bisa menghapus dikotomi "barat dan "timur" dan bisa menyatukannya, itu yang agak mengganggu jalan pikiran temen-temen yang segenerasi ma aku.
Selama ini kita cuma tahu ceritanya aja tanpa pernah tahu bagaimana solusinya.
Mohon advicenya ya, Bang !


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: jenggot on March 09, 2008, 08:44:18 PM
salam kenal juga mas dogerflying. gw asal Bandung, tp posisi gw ga netap di satu t4. skrang lg bertamu di wonosobo.

dikotomi barat timur berakhir jika ada expedisi bersama di tempat netral.
komite ekspedisi adalah representasi barat timur. tema ekspedisi adalah piknik & fun (no competition)
lokasi ekspedisi : 1.Jayakesuma Peak 2.Rinjani 3.Latimojong or Lompobatang.

sangat berharap untuk yg nmr 1, krn ideal nya emang kesana, tp jikapun tidak ya latimojong pilihan gw. sekalian juga gw lagi pengen merasakan sebuah crowd dengan komposisi barat timur + sulawesi, karena 90% link Sulawesi gw sudah menanti lama untuk konsep2 seperti ini terlaksana.



Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: GENDON on March 10, 2008, 08:19:09 PM
ketemu temen se ide nih kita, nggot ...


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: jojon on March 12, 2008, 12:18:43 PM
wuuuah emang terjadi sesuatu ya antara barat timur, paan tuh


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: GENDON on March 12, 2008, 08:10:22 PM
jawab,nggot ....


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: gimbal alas indonesia on March 13, 2008, 07:18:02 PM
Salam Kenal, Bung Jojon
Waduh, untuk masalah dikotomi Barat dan Timur bingung juga untuk menjelaskannya, soalnya panjang dan lebar, 3 hari 3 malem gak bakal selesai.
Kalo boleh tahu asli dari mana ya ?


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: jenggot on March 15, 2008, 07:17:34 PM
pertanyaan nya abu2, terlalu provokatif....
abstain...

OOT:
oya don.... kl mau pk peta semeru (14.000 feet) selatan pronojiwo,ampelgading, dskt. ksh kbr b4.
thx.


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: jojon on March 15, 2008, 07:30:03 PM
wah om jenggot hati2 sama mslh yg sensie.
btw gw dah baca posting2na om jenggot, berat2 bwt si gw yg amatir, tp si gw jd ngerti byk hal.
thx atas posting2na om jenggot.
btw si gw dari bekasi saja. wass wr wb.


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: GENDON on March 15, 2008, 10:29:08 PM
pertanyaan nya abu2, terlalu provokatif....
abstain...

OOT:
oya don.... kl mau pk peta semeru (14.000 feet) selatan pronojiwo,ampelgading, dskt. ksh kbr b4.
thx.


ok, ntar gue kabarin, gue ud kontek ma Ka PHPA yang di ranupane, dia bilang thanks atas bantuannya.


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: jenggot on March 29, 2008, 05:24:52 PM
don tolong cariin info ke orang Balai or Regulo

klo kita naik dari ranupani trus direct ke puncak ayek2, di pertigaan puncak gunung ayek2 ada jalan turun yang ke arah barat (tidak ke ranukumbolo) itu akses ke desa apa ya ?
trus menuju desa tersebut bisa ga dari ranupani, or pertigaan gubuk klakah, ngadas or darimana ?
kawan gw mau studi stratigrafi di widodaren dan sekitarnya (terutama sisi barat dinding purba gn.ayek2).

thx


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: GENDON on March 29, 2008, 10:41:19 PM
ok,ntar gue cariin.


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: jenggot on April 03, 2008, 03:01:08 PM
to : gendon
check this link bro....

http://h.1asphost.com/jenggot/ayeg2.jpg



Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: GENDON on April 03, 2008, 09:46:31 PM
Ok, siap bantu bos !


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: GENDON on May 12, 2008, 10:08:34 PM
jadi, gak Nggot, akhir juli ?


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: jenggot on May 13, 2008, 01:26:11 PM
70 % jadi, hanya masih ada beberapa kelengkapan yg belum selesai.... krn pengennya ke puncak, tapi krn saat ini finish nya cm boleh di kalimati jadi masih debatable & mencoba negosiasi dengan PHKA untuk secarik kertas bernama "SIMAKSI" agar bisa smp puncak. & PVMBG permit tentunya.


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: GENDON on May 13, 2008, 10:39:17 PM
To Jenggot :

Ok, hub gue kalo butuh bantuan, memang saat ini Semeru statusnya WASPADA, walaupun sudah dibuka untuk umum per 01 Mei 2008, good luck ...

To Palisma :
PA nya SMA 5 Malang ya ?


Title: Pendaki Berhati Malaikat
Post by: GENDON on July 13, 2008, 04:18:37 PM
Masih adakah pendaki berhati malaikat di jaman seperti ini ?

Beberapa waktu lalu, beberapa organisasi pecinta alam di Jawa Timur, kecolongan alat2 petualangan, dengan pelaku yg sama.

Mengaku sebagai petualang dari daerah lain, datang dan di sambut bagai saudara lama, namun ternyata singa berbulu domba.

Semoga tidak terjadi terhadap kita semua .... Amien ...


Title: Re: Malaikat itu dari Jawa Timur !!!!
Post by: KONGO on July 24, 2008, 10:43:14 PM
aduuuuuuuuuh jd malu ne jd bahan omongan..
ahhh biasa aj deh.....mas jenggot
:-[ :-[ :-[ ;D :D ;D :D


Title: Re: Pendaki Berhati Malaikat
Post by: Gembel on August 09, 2008, 12:57:37 PM
Masih adakah pendaki berhati malaikat di jaman seperti ini ?

Beberapa waktu lalu, beberapa organisasi pecinta alam di Jawa Timur, kecolongan alat2 petualangan, dengan pelaku yg sama.

Mengaku sebagai petualang dari daerah lain, datang dan di sambut bagai saudara lama, namun ternyata singa berbulu domba.

Semoga tidak terjadi terhadap kita semua .... Amien ...

Dari pengalaman saya.... pendaki senior mempunyai etika yang lebih baik...dari cara bicara, bercanda, menyelesaikan masalah ..mereka lebih matang dalam hal tersebut. selama di gunung mereka lebih care. jadi untuk hal mencuri/mengambil bukan miliknya kayaknya jauh bgt....tetapi untuk pemula ...saya banyak menemukan hal negatif (maaf tidak semua pemula lho) dari yang berantem, mengambil barang bahkan merusak fasilitas umum...hal itu tentunya dilandasi dari kehidupan mereka di lingkungan rumah dan pergaulan sehari-hari (yang ikut pendaki kan dari semua kalangan). kembali ke diri kita masing-masing masih adakah andil kita sebagai senior


Title: Re: Pendaki Berhati Malaikat
Post by: 4ndre on August 10, 2008, 01:23:16 AM
Dari pengalaman saya.... pendaki senior mempunyai etika yang lebih baik...dari cara bicara, bercanda, menyelesaikan masalah ..mereka lebih matang dalam hal tersebut. selama di gunung mereka lebih care. jadi untuk hal mencuri/mengambil bukan miliknya kayaknya jauh bgt....tetapi untuk pemula ...saya banyak menemukan hal negatif (maaf tidak semua pemula lho) dari yang berantem, mengambil barang bahkan merusak fasilitas umum...hal itu tentunya dilandasi dari kehidupan mereka di lingkungan rumah dan pergaulan sehari-hari (yang ikut pendaki kan dari semua kalangan). kembali ke diri kita masing-masing masih adakah andil kita sebagai senior

kami yg junior mohon bimbingan para senior ;)


 
Site Support : Komunitas Archive Gappala | Komunitas Petualang Indonesia
Copyright © 2013. Gappala Archive Mode - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Gappala
Proudly powered by Blogger