Home » » LATIMOJONG INDONESIA SUMMIT TEAM 2009 - Ai

LATIMOJONG INDONESIA SUMMIT TEAM 2009 - Ai

 


FINAL REPORT

LATIMOJONG INDONESIA SUMMIT TEAM 2009

Acara bertema “Indonesia Summit Team” merupakan kegiatan utama tahunan milis Gappala (www.gappala.com). Kegiatan ini menjadi pelaksanaan kedua setelah sebelumnya sukses diselenggarakan pada tahun 2008 di Gunung Rinjani (3724 mdpl) dengan label “Rinjani Indonesia Summit Team 2008.”

Latimojong Indonesia Summit Team 2009 (LIST 2009) merupakan tahap lanjutan dari proyek utama “Cartensz Pyramid Indonesia Summit Team” yang direncanakan berlangsung pada tahun 2011–2012. Oleh karena itu, dalam kegiatan ini mulai diterapkan berbagai teknik lanjutan pendakian, meliputi:

  • Manajemen kalori

  • Komunikasi tim

  • Navigasi

  • Aklimatisasi

Seluruh metode tersebut diaplikasikan secara bertahap sebagai persiapan ekspedisi besar mendatang.


KEBERANGKATAN

Pagi hari Kamis, 11 Juni 2009, suasana basecamp Makassar terasa berbeda dengan bergabungnya satu personel perempuan baru yang tiba malam sebelumnya. Setelah sesi silaturahmi dan perkenalan, beberapa anggota melakukan pembelian logistik kegiatan LIST 2009.

Selepas makan siang, seluruh logistik diinventarisasi, diberi penamaan, serta diklasifikasikan sesuai menu konsumsi yang telah dirancang panitia.

Sore hari, rekan-rekan dari STIEM Mapaodang Makassar berkunjung ke basecamp. Salah satu sesepuh mereka juga merupakan anggota Gappala, sehingga suasana terasa hangat dan akrab. Mereka bahkan menawarkan bantuan teknis, meskipun seluruh kebutuhan kegiatan telah dipersiapkan dengan baik oleh panitia.

Sekitar pukul 18.00 WITA, tujuh anggota tim berangkat menuju Bandara Hasanuddin untuk menjemput tiga anggota lainnya dari Jakarta. Karena keterlambatan penerbangan, tim lengkap baru berkumpul sekitar pukul 23.00 WITA sebelum melanjutkan perjalanan menuju Enrekang – Baraka – Pasui dengan jarak sekitar 300 km.


PASUI – WAI-WAI

Tim yang berjumlah 10 orang memulai perjalanan tengah malam. Pada Jumat pagi, 12 Juni 2009, tim tiba di Pasui.

Karena bukan hari pasar, transportasi lokal tidak tersedia. Setelah berkoordinasi dengan warga setempat, diputuskan perjalanan dilakukan dengan berjalan kaki menuju Dusun Karangan melalui jalur lintas desa:

Pasui → Buntu Batu → Buntu Langda → Duri → Potokulin → Matawai → Buntulenta → Kalaciri → Wai-wai.

Perjalanan dimulai pukul 08.00 pagi dan baru mencapai Dusun Wai-wai pada malam hari setelah berjalan lebih dari 12 jam dalam kondisi panas, dehidrasi, dan medan berat.

Tim bermalam di rumah Kepala Dusun Wai-wai, Bapak Sigama.


WAI-WAI – KARANGAN

Sabtu, 13 Juni 2009 perjalanan dilanjutkan menuju Dusun Karangan sebagai titik awal pendakian Gunung Latimojong.

Medan hari kedua lebih bersahabat. Setelah melewati Rantelemo, Karowaja, dan Buntu Lambak, tim tiba di Karangan sekitar pukul 16.00 WITA.

Total perjalanan kaki dua hari mencapai 44 kilometer.


PENDAKIAN GUNUNG LATIMOJONG

Pendakian resmi dimulai Minggu, 14 Juni 2009 pukul 07.00 pagi dengan tambahan dua personel lokal beserta seekor anjing pendamping.

Karena energi telah banyak terkuras sebelumnya, tim menerapkan strategi manajemen kalori dan pola istirahat terprogram. Estimasi energi yang telah dikeluarkan setiap anggota mencapai lebih dari 6000 kalori.

Tim dibagi menjadi tiga kelompok:

  • Team Advance – kecepatan tinggi

  • Team Runner – kecepatan menengah

  • Team Sweeper – pengaman belakang

Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga ritme perjalanan.


Camp 1 – Pos 7

Medan semakin teknikal dengan kemiringan ekstrem hingga mendekati 90°. Tim tiba di Camp 1 (Pos 7) malam hari dalam kondisi angin sangat kencang di pertemuan dua lembah.

Malam ini menjadi salah satu kondisi paling ekstrem selama ekspedisi, mengingatkan pengalaman badai di Pelawangan 2 Gunung Rinjani pada RIST 2008.


SUMMIT ATTACK – RANTEMARIO

Senin, 15 Juni 2009 tim dibagi dua:

  • Team Puncak (Summiter)

  • Team Camp (Support & Logistik)

Sekitar pukul 09.00 pagi, Team Puncak berhasil mencapai Puncak Rantemario (3447 mdpl).

Keputusan pembagian tim menjadi bukti nyata esensi teamwork, di mana kepentingan tim berada di atas kepentingan pribadi.


MENUJU GUNUNG BUNDERANGKANG

Perjalanan dilanjutkan menuju punggungan Gunung Bunderangkang. Tim sempat kehilangan orientasi akibat pembukaan jalur baru serta terpisahnya sebagian anggota.

Melalui koordinasi ulang, seluruh anggota berhasil regroup dan kembali bersatu.

Dalam perjalanan menuju Camp 2 di kaki Gunung Nenenmori, tim bahkan berpapasan langsung dengan anoa hitam di lembah pegunungan.


PUNCAK NENEMORI & TURUN EKSTREM

Selasa, 16 Juni 2009, seluruh anggota berhasil mencapai Puncak Nenemori.

Perjalanan turun menjadi bagian paling menantang ekspedisi:

  • Tebing vertikal

  • Jurang 20–30 meter

  • Jalur pemburu tradisional

  • Medan hutan perawan

Beberapa anggota mengalami jatuh ringan, namun berkat kerja sama tim, seluruh personel berhasil mencapai ladang kopi dan kembali ke Dusun Karangan dengan selamat pukul 17.00 WITA.


KARANGAN – BARAKA – MAKASSAR

Rabu, 17 Juni 2009 perjalanan pulang dimulai.

Logistik diangkut menggunakan kuda sehingga perjalanan terasa ringan. Tim kemudian menuju Baraka menggunakan truk lokal, menikmati kuliner khas setempat seperti:

  • Bakso Baraka

  • Durian khas Baraka

  • Sop Konro

  • Nasu Pallako

Perjalanan panjang berakhir Kamis dini hari, 18 Juni 2009, saat tim tiba kembali di Basecamp Compazt Makassar.


PENUTUP KEGIATAN

Hari terakhir diisi kegiatan santai:

  • Wisata kuliner Makassar

  • Silaturahmi komunitas

  • Sunset Pantai Losari

  • Coto Makassar

  • Pisang Epe sebagai hidangan penutup


KESIMPULAN

Latimojong Indonesia Summit Team 2009 memberikan:

  • pengalaman teknis pendakian lanjutan

  • pembelajaran teamwork

  • manajemen ekspedisi skala besar

  • persiapan menuju proyek utama mendatang

Banyak cerita, pengalaman, kekurangan, dan pembelajaran menjadi bagian penting dari perjalanan ini.

Sampai bertemu pada event berikutnya:

Kerinci Indonesia Summit Team 2010

Terima kasih.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas komentar yang temen-teman berikan, semoga bermanfaat bagi kita bersama. Salam dari Gappala

 
Site Support : Komunitas Archive Gappala | Komunitas Petualang Indonesia
Copyright © 2013. Gappala Archive Mode - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Gappala
Proudly powered by Blogger